Satgas Koops TNI Habema menguasai markas Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kabupaten Nduga, Papua Tengah. Aparat kemudian menyita barang bukti berupa senjata api (senpi), amunisi, dan senjata tajam berupa parang hingga kapak.
"Patroli di wilayah Kalimin Kompleks sebagai langkah tegas dan terukur dalam menjaga stabilitas serta mempersempit ruang gerak kelompok bersenjata OPM Kodap III/Ndugama," kata Kapen Koops TNI Habema, Letkol Inf Wirya Arthadiguna, kepada wartawan, dilansir detikSulsel, Kamis (16/4/2026).
Markas OPM yang digerebek aparat tepatnya di Distrik Nduga, Kabupaten Nduga, pada Rabu (15/4). Penindakan dilakukan setelah aparat mengidentifikasi lokasi markas sementara OPM pimpinan Army Kogoya (Danyon Aluguru) dan Wariambo Wandikbo (Wadanops Kodap III/Ndugama).
"Berdasarkan hasil laporan tersebut, Tim Patroli Koops TNI Habema langsung menuju ke lokasi, dan melakukan penyisiran yang berlangsung dari tanggal 13 hingga 15 April," terang Wirya.
Dari hasil penyisiran di markas OPM, aparat mengamankan sejumlah barang bukti berupa 1 pucuk pistol revolver dengan nomor seri, RL-V1 38 Special. Selain itu, ada 4 pucuk senapan angin, amunisi cal 9 mm 7 butir, amunisi GLM 40 mm 1 butir, amunisi 5,56 mm 1 butir, magasin AK 1 buah, hagzen HK 1 buah, amunisi senapan Angin, 50 Butir.
"Selain itu juga barang bukti lainnya bendera Bintang Kejora, beberapa senjata tajam parang dan kapak, alat komunikasi berupa HT dan handphone, teropong, busur panah, solar cell, serta perlengkapan pendukung lainnya," ungkap Wirya.
Dia menambahkan kondisi di Distrik Nduga aman dan terkendali. Satgas Koops TNI Habema tetap mengedepankan pendekatan humanis serta menjunjung tinggi profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas dalam menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat dari gangguan kelompok bersenjata OPM.
Simak selengkapnya di sini.
(yld/imk)





