Snap bakal pangkas 1.000 karyawan akibat AI

antaranews.com
14 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Perusahaan teknologi, Snap, bakal melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 16 persen dari tenaga kerjanya di seluruh dunia, yang berdampak pada sekitar 1.000 karyawan tetap.

Dilaporkan TechCrunch, Rabu (15/4) waktu setempat, kabar ini dikonfirmasi dari memo yang dikirimkan kepada staf dari CEO Snap Evan Spiegel.

Perusahaan menyebutkan kemajuan dalam kecerdasan artifisial (AI) sebagai alasan pemutusan hubungan kerja tersebut.

“Meskipun perubahan ini diperlukan untuk mewujudkan potensi jangka panjang Snap, kami percaya bahwa kemajuan pesat dalam kecerdasan artifisial memungkinkan tim kami untuk mengurangi pekerjaan berulang, meningkatkan kecepatan, dan lebih baik mendukung komunitas, mitra, dan pengiklan kami,” bunyi memo tersebut.

Lebih lanjut pernyataan itu berbunyi, “Kami telah menyaksikan tim kecil memanfaatkan alat AI untuk mendorong kemajuan yang berarti di beberapa inisiatif penting, termasuk Snapchat+, peningkatan kinerja platform iklan, dan peningkatan efisiensi dalam infrastruktur Snap Lite kami.”

Baca juga: Snap gaet Qualcomm untuk kembangkan kacamata "augmented reality" Specs

Spiegel juga menulis bahwa perusahaan tersebut menutup lebih dari 300 posisi yang lowong. Hingga Desember 2025, Snap diketahui memiliki sekitar 5.261 karyawan.

Perusahaan tersebut mengatakan bahwa pemotongan karyawan ini memungkinkan mereka untuk mengurangi basis biaya tahunan lebih dari 500 juta dolar AS pada paruh kedua 2026, yang membantu perusahaan "menetapkan jalur yang lebih jelas menuju profitabilitas laba bersih."

“Snap menghadapi momen krusial — terjepit di antara raksasa dengan sumber daya yang sangat besar dan perusahaan rintisan yang gesit dan bergerak cepat,” tulis perusahaan tersebut dalam presentasi kepada investor.

“Untuk menghadapi momen ini, kami beralih fokus menuju pertumbuhan yang menguntungkan.”

Karyawan yang berbasis di AS akan menerima pesangon selama empat bulan, jaminan kesehatan, hak kepemilikan saham, dan dukungan transisi.

Perusahaan ini bergabung dengan daftar perusahaan teknologi yang semakin panjang yang telah mengalami pengurangan karyawan signifikan tahun ini, termasuk Meta, Oracle, dan Amazon.

Baca juga: Snap akuisisi Saturn, aplikasi kalender untuk pelajar dan mahasiswa

Baca juga: Snap pisahkan bisnis kacamata AR jadi anak perusahaan baru

Baca juga: Snap perluas "chatbot" AI dengan kemampuan membuat gambar


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
TNI AL Dalami Temuan Drone Laut Asing di Selat Lombok
• 15 jam lalurctiplus.com
thumb
Revitalisasi Sekolah dan Digitalisasi Dorong Kualitas Pendidikan
• 12 jam lalutvrinews.com
thumb
Kejagung Ciduk Ketua Ombudsman, DPR: Tindak Lanjut Perintah Prabowo Berantas Korupsi Tambang
• 6 jam lalurctiplus.com
thumb
Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Pengoplosan Gas Elpiji, 10 Tersangka Raup Rp2,7 Miliar dalam Setahun
• 6 jam lalupantau.com
thumb
Wamen Kebudayaan Giring Ganesha Resmikan Kampus Lingkar, Dorong Ekosistem Kreatif di Makassar
• 10 jam laluterkini.id
Berhasil disimpan.