Hippi: Kunjungan Naik, tapi Belanja Wisatawan Turun

republika.co.id
13 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) menilai industri pariwisata, khususnya sektor rekreasi, tengah menghadapi tekanan. Penurunan daya belanja wisatawan disebut mulai menekan margin usaha pelaku industri.

Kondisi ini dinilai tidak tercermin dari angka kunjungan yang masih relatif tinggi. Hippi mencatat perubahan pola konsumsi wisatawan yang cenderung menahan pengeluaran. Aktivitas berbiaya rendah atau gratis menjadi pilihan, sehingga pendapatan pelaku usaha tidak sebanding dengan jumlah kunjungan.

Baca Juga
  • Langka! Bunga Bangkai Mekar di Agam Jadi Magnet Wisatawan Asing
  • Pantai Carita Diserbu Wisatawan Saat Libur Paskah dan Akhir Pekan
  • Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Sulsel Capai 2.925 pada Awal 2026

“Bagi para wisatawan ini, cara mereka bepergian adalah bentuk adaptasi. Bagi pebisnis, mentalitas pelancong ini menempatkan mereka pada posisi yang berisiko,” kata Ketua Umum Hippi Erik Hidayat dalam keterangannya pada Kamis (16/4/2026).

Menurut Erik, kebijakan pariwisata saat ini terlalu fokus pada target jumlah wisatawan dan promosi. Padahal, kondisi di lapangan menunjukkan pelaku usaha menghadapi tekanan biaya dan penurunan kualitas pendapatan.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

“Kami tidak mengatakan bahwa pertumbuhan tidak penting. Tetapi pertumbuhan tanpa keseimbangan hanya akan menimbulkan tekanan di bagian bawah,” kata Erik.

Hippi menilai pariwisata tidak hanya soal kunjungan, tetapi ekosistem yang melibatkan banyak sektor. UMKM makanan, pekerja harian, hingga transportasi lokal disebut sangat bergantung pada aktivitas wisata.

“Perlemahan sektor ini sangat luas dalam dampaknya. Hingga saat ini, belum banyak kebijakan yang menargetkan sektor ini, apalagi memberikan dukungan nyata, insentif, atau stimulus,” ujar Erik.

Hippi mendorong pemerintah untuk memperkuat kebijakan yang lebih responsif terhadap kondisi pelaku usaha. Selain itu, diperlukan pendekatan yang tidak hanya mengejar jumlah kunjungan, tetapi juga mendorong belanja wisatawan.

“Distribusi manfaat pariwisata yang lebih adil, menjaga pariwisata sebagai salah satu harapan ekonomi Indonesia,” kata Erik.

Hippi menilai penguatan pelaku usaha menjadi kunci keberlanjutan sektor pariwisata. Tanpa dukungan kebijakan, pertumbuhan yang terlihat saat ini berisiko tidak berkelanjutan.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
‎NAC Breda Terpojokkan, Pengamat Sepak Bola Belanda Sebut Kekalahan dari Dean James Salah Tim Sendiri
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Buruh Demo di DPR, Tagih Janji Jelang May Day
• 16 jam lalubisnis.com
thumb
Kantongi ISO 21001:2018, Poltekpar Makassar Tingkatkan Standar Pendidikan Vokasi
• 11 jam laluterkini.id
thumb
3 Siswa SD Diduga Dikeroyok 13 Kakak Kelas Gara-Gara Saling Ejek Nama Orang Tua
• 18 jam laluliputan6.com
thumb
Pramono Sebut Jakarta Bakal Kewalahan Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Sesuai Arahan Presiden Prabowo
• 2 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.