Grid.ID - Ketombe merupakan masalah kulit kepala yang sangat umum ditemukan di tengah masyarakat luas. Berdasarkan data dunia, setidaknya 50 persen orang pernah atau sedang mengalami masalah ini minimal sekali dalam hidupnya.
Penjelasan mengenai ketombe akan dijelaskan oleh dokter Devina Ciayadi yang merupakan seorang dokter estetika yang aktif berpraktik sekaligus menjadi edukator kecantikan bagi masyarakat luas. Beliau dikenal sering membagikan informasi medis yang akurat mengenai perawatan rambut, wajah, hingga kesehatan tubuh secara menyeluruh.
"Dari data di dunia, 50 persen orang di dunia itu pernah atau sedang ngalamin ketombe minimal sekali," ujar dr. Devina Ciayadi saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (15/4/2026).
Penyebab utama munculnya butiran putih ini adalah keberadaan mikroorganisme yang bernama jamur malassezia. Jamur ini secara alami menetap dan hidup di permukaan kulit kepala setiap individu tanpa terkecuali.
"Penyebabnya satu paling pertama karena jamur dan jamur itu semuanya ada di kulit kepala kita, namanya jamur malassezia," tegasnya.
Banyak orang merasa malu dan merasa dirinya kurang menjaga kebersihan saat menyadari ada ketombe di rambutnya. Padahal, faktanya tidak satu pun orang di dunia ini yang benar-benar bebas dari keberadaan jamur tersebut.
Malassezia akan berkembang biak secara tidak terkendali apabila kondisi lingkungan kulit kepala sedang tidak sehat. Lingkungan yang tidak seimbang inilah yang memicu peradangan hingga kulit kepala mengelupas secara berlebihan.
Devina menekankan bahwa kesehatan kulit kepala adalah bagian integral dari kesehatan kulit secara keseluruhan. Rambut dipandang sebagai salah satu aksesori kulit yang wajib dirawat dengan penuh perhatian sebagaimana kulit wajah atau kuku.
Pengobatan ketombe tidak akan efektif jika hanya mengandalkan bahan aktif antijamur saja tanpa memperbaiki lingkungan kulitnya. Jika kondisi ekosistemnya tetap tidak terjaga, maka jamur tersebut akan terus kembali dan menyebabkan kekambuhan.
Salah satu faktor lingkungan yang paling berpengaruh adalah produksi minyak yang tidak terkontrol dengan baik pada kulit kepala. Minyak berlebih menjadi pemicu pertumbuhan jamur, namun kondisi yang terlalu kering juga bisa menyebabkan iritasi.
Kebiasaan menggunakan hijab atau helm dalam waktu lama sering kali menjadi pemicu utama munculnya kelembapan berlebih. Suhu panas yang ekstrem di Indonesia memperburuk kondisi ini sehingga kulit kepala menjadi tempat favorit perkembangan jamur.
Para pengguna ojek online disarankan untuk lebih waspada terhadap kebersihan kulit kepala setelah terpapar panas matahari. Selain itu, pemilihan bahan inner hijab yang menyerap keringat sangat dianjurkan untuk meminimalisir risiko munculnya ketombe.
Kesalahan yang paling sering dilakukan saat mandi adalah mengaplikasikan sampo secara langsung pada area kulit kepala. Cara ini membuat distribusi zat aktif menjadi tidak merata dan berpotensi memicu iritasi pada titik-titik tertentu.
Teknik keramas yang benar dimulai dengan membasahi rambut secara menyeluruh hingga ke bagian akar yang paling dalam. Setelah itu, gosoklah cairan sampo di telapak tangan terlebih dahulu hingga muncul busa yang cukup melimpah.
Dokter Devina mengingatkan, "Pakainya jangan kuku ya apalagi yang kukunya panjang, pakainya yang finger pad ini gitu digosok saja."
Saat membersihkan kulit kepala, hindari penggunaan kuku karena dapat melukai permukaan kulit dan menyebabkan infeksi. Gunakanlah bagian ujung jari dengan gerakan melingkar yang lembut untuk mengangkat sisa kotoran secara maksimal.
Produk perawatan seperti Lavaojoe mengandung zat aktif seperti Salicylic Acid dan Piroctone Olamine yang sangat efektif. Zat-zat ini berfungsi untuk mengontrol kadar minyak sekaligus menekan pertumbuhan jamur penyebab ketombe secara tuntas.
Setelah sampo diratakan ke seluruh bagian kepala, jangan langsung membilasnya dengan air agar kandungan di dalamnya terserap. Zat aktif tersebut membutuhkan waktu kontak yang cukup dengan kulit agar bisa memberikan hasil pengobatan yang optimal.
"Zat aktif butuh waktu untuk kerja, didiamkan satu sampai tiga menit baru kita bilas sampai benar-benar bersih," tambah dr Devina.
Penanganan yang tepat sejak dini akan menghindarkan kulit kepala dari kerusakan scalp barrier yang lebih parah. Masalah ketombe yang dibiarkan terlalu lama justru akan meningkatkan biaya perawatan medis yang lebih besar di masa depan.
Dengan membangun rutinitas harian yang benar, Anda bisa menyelesaikan masalah ketombe secara mandiri dan efektif. Mulailah dari langkah sederhana dengan teknik keramas yang tepat serta pemilihan produk yang sesuai dengan kebutuhan kulit. (*)
Artikel Asli




