Editor Senior The Epoch Times Edisi Bahasa Inggris Raih Gelar ‘Penulis Terbaik Tahun Ini’ dari French Quarter Magazine

erabaru.net
13 jam lalu
Cover Berita

Jan Jekielek akan dianugerahi penghargaan pada 20 April di Kedutaan Besar Prancis di Washington atas bukunya berjudul, “Killed to Order.”

EtIndonesia. French Quarter Magazine memberikan penghargaan ‘Best Author of the Year’ kepada editor senior Epoch Times, Jan Jekielek, atas buku barunya, “Killed to Order: China’s Organ Harvesting Industry and the True Nature of America’s Biggest Adversary.” Upacara penghargaan akan digelar pada 20 April di Kedutaan Besar Prancis di Washington, sekaligus sesi wawancara dengan penulis.

Jekielek, pembawa acara “American Thought Leaders” di EpochTV, telah lebih dari dua dekade mengungkap pelanggaran HAM oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT). 

Buku bestsellernya membongkar bagaimana PKT mengembangkan praktik eksperimen medis tak etis menjadi industri panen organ berskala besar, seiring penindasan terhadap praktisi spiritual Falun Gong—serta bagaimana Amerika turut terseret dalam pusaran tersebut.

“Kami bangga mengumumkan bahwa gelar Penulis Terbaik Tahun 2026 diberikan kepada jurnalis luar biasa Jan Jekielek. Bukunya, ‘Killed to Order,’ menyita perhatian luas berkat investigasi tanpa kompromi terhadap salah satu dugaan pelanggaran HAM paling mengerikan di era modern,” ujar Isabelle Karamooz, pendiri dan penerbit French Quarter Magazine.

“Topiknya serius dan mengguncang—bahkan sulit dipercaya saat dibaca,” lanjutnya. “Namun riset mendalam, dokumentasi kuat, dan investigasi detail Jan tidak menyisakan ruang untuk keraguan. Ini bukan narasi anti-Tiongkok atau bermuatan politik, melainkan kebenaran pahit yang terungkap setelah lebih dari dua dekade penelitian dan pelaporan.”

Buku ini juga menuai dukungan luas dari tokoh HAM.

Sam Brownback, mantan duta besar United States Commission on International Religious Freedom (USCIRF) atau kebebasan beragama Internasional AS , menulis kata pengantar dan menyebut praktik tersebut sebagai kejahatan yang harus dihentikan.

“Ini harus diakhiri. Kita tidak bisa memperlakukan rezim mengerikan seperti ini sebagai sesuatu yang normal—seolah mitra dagang biasa,” tegas Brownback dalam sebuah acara di Washington.

“Perubahan hanya terjadi ketika kebenaran terungkap… Tujuh puluh tujuh tahun kehancuran sudah cukup. Buku ini membuka kedalaman kerusakan moral PKT. Ini bukan sekadar tidak manusiawi—ini di luar batas kemanusiaan,” katanya. 

“Akhirnya, dunia harus bangkit melawan kebejatan moral ini—dengan kesadaran atas kekejaman yang dilakukan Beijing terhadap rakyatnya sendiri. Kita harus berkata tidak pada kepemimpinan global PKT.”

Kalangan medis juga turut bersuara.

Ahli bedah sekaligus whistleblower, Eithan Haim, menekankan bahwa dunia transplantasi sangat bergantung pada etika yang tak tergoyahkan.

“Orang sering membayangkan pelaku utama hanyalah dokter bedah transplantasi—figur seperti Mengele dengan pisau berdarah. Padahal, ada banyak pihak lain di ruang operasi: dokter junior, ahli anestesi, perawat, teknisi, hingga administrator rumah sakit dan koordinator transplantasi yang menjaga sistem ini tetap berjalan,” ujarnya.

Haim juga mengungkap bagaimana isu ini kerap dihindari. Ia pernah menyinggung praktik panen organ paksa kepada seorang kolega, yang justru mengalihkan pembicaraan.

“Seolah-olah ia menolak untuk tahu—agar tidak perlu menjawab pertanyaan yang mengganggu: dari mana donor sebanyak itu berasal? Apa yang terjadi pada para tahanan? Apakah para dokter ini benar-benar membunuh orang tak bersalah demi organ mereka? Dan siapa yang melatih mereka?” kata Haim.

Ironisnya, ratusan institusi elite di Amerika Serikat hingga kini masih melatih tenaga medis Tiongkok, termasuk ahli transplantasi. Di saat yang sama, Tiongkok juga bergantung pada pasokan obat dari Amerika dan negara lain untuk menopang keberhasilan transplantasi organ.

“Kita harus berani menghadapi kedalaman tergelap kebejatan manusia—agar kita tidak ikut kehilangan kemanusiaan kita sendiri,” pungkas Haim.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hakim MK Cecar Operator Seluler Soal Kuota Internet Hangus, Soroti Aspek Keadilan
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Sarmuji Sabet Penghargaan Legislator Responsif Terhadap Aspirasi Publik dalam KWP Award 2026
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Kedaulatan Wilayah Udara Menyangkut Hak Dasar Warga Negara
• 6 jam lalujpnn.com
thumb
Polda Metro Jaya Selidiki Pelayangan Laporan Terhadap Jubir KPK Terkait Pencemaran Nama Baik
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Jemaah yang Bawa Uang Rp100 Juta Atau Lebih Wajib Lapor Bea Cukai
• 8 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.