Harga Aluminium Melesat, Prospek Damai AS-Iran Jadi Katalis

idxchannel.com
11 jam lalu
Cover Berita

Harga aluminium melonjak pada perdagangan Kamis (16/4/2026), didorong kekhawatiran defisit pasokan global di tengah konflik Timur Tengah.

Harga Aluminium Melesat, Prospek Damai AS-Iran Jadi Katalis. (Foto: Shutterstock)

IDXChannel - Harga aluminium melonjak pada perdagangan Kamis (16/4/2026), didorong kekhawatiran defisit pasokan global di tengah konflik Timur Tengah.

Sentimen lainnya terkait dengan meningkatnya harapan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang memperbaiki prospek permintaan.

Baca Juga:
United Tractors (UNTR) Sebar Dividen Final 2025 Rp1.096 per Saham, Cair 18 Mei 2026

Kontrak aluminium tiga bulan di London Metal Exchange (LME) naik 1,27 persen ke level USD3.667,5 per ton pada pukul 14.05 WIB, menjadi yang tertinggi sejak 24 Maret 2022.

Sementara itu, kontrak aluminium paling aktif di Shanghai Futures Exchange menguat 2,89 persen ke posisi 25.635 yuan per ton, level tertinggi sejak 9 Maret.

Baca Juga:
MNC Digital (MSIN) Terapkan AI dalam Ekosistem Kreatif, Berhasil Pangkas Biaya Produksi

Optimisme mereda­nya konflik di Timur Tengah mulai menguat, terutama setelah adanya mediator Pakistan di Teheran serta sinyal positif dari pemerintahan Donald Trump terkait peluang pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dan logam dunia.

Dari sisi fundamental, mengutip Reuters, JP Morgan memperkirakan defisit aluminium primer global mencapai 1,9 juta ton pada 2026, terbesar sejak tahun 2000.

Baca Juga:
SINI Mau Rights Issue dan Akuisisi Tambang Batu Bara PTRO Senilai Rp1,73 Triliun

Proyeksi ini muncul seiring potensi gangguan pasokan hingga 2,4 juta ton di kawasan Timur Tengah akibat konflik yang merusak fasilitas peleburan dan memaksa pemangkasan produksi.

Sebelum konflik, kawasan Teluk menyumbang sekitar 9 persen dari total pasokan aluminium global. Kini, sejumlah smelter dilaporkan mengurangi output atau bahkan mengalami kerusakan akibat serangan.

JP Morgan juga memperkirakan harga aluminium berpotensi menembus USD4.000 per ton dalam beberapa bulan ke depan, seiring ketatnya pasokan di pasar.

Sentimen penguatan turut ditopang oleh penurunan stok. Persediaan aluminium di gudang terdaftar LME tercatat turun sekitar 15 persen sejak akhir Februari.

Di Jepang, stok aluminium di tiga pelabuhan utama juga menyusut 7,4 persen pada Maret dibanding bulan sebelumnya.

Selain itu, meningkatnya permintaan ekspor aluminium China serta penurunan stok domestik turut memperkuat reli harga.

Untuk logam lainnya, harga tembaga di Shanghai naik 0,39 persen, nikel bertambah 0,52 persen, timbal menguat 0,69 persen, dan seng naik 0,86 persen, sementara timah relatif stabil.

Di LME, tembaga naik 0,76 persen, nikel melonjak 1,31 persen, timbal naik tipis 0,08 persen, timah bertambah 1,2 persen, dan seng menguat 0,79 persen. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Istana untuk Anak Sekolah, Siswa Taruna Nusantara Kunjungi Istana Dapat Pembekalan
• 12 jam laluokezone.com
thumb
Kasus Polisi Tewas Diduga Dianiaya, Polda Kepri Dalami Kemungkinan Ada Pelaku Lain
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Petugas Terkendala Sumber Air saat Padamkan Kebakaran Hebat Pabrik Selotip Margomulyo
• 5 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Pemkot Surabaya Lakukan Pengadaan 1.800 Bak Sampah Baru Untuk Benahi TPS
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
[FULL] Berkas Perkara Diserahkan, Sidang Kasus Siram Air Keras ke Andrie Yunus Digelar Terbuka
• 16 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.