Platform Terjemahan Bahasa DeepL Luncurkan Fitur Translate Voice to Voice

idxchannel.com
13 jam lalu
Cover Berita

DeepL meluncurkan fitur penerjemahan voice-to-voice.

Platform Terjemahan Bahasa DeepL Luncurkan Fitur Translate Voice to Voice. (Foto: PR Newswire)

IDXChannel—Platform penerjemahan bahasa, DeepL, merilis fitur penerjemahan suara ke suara (voice to voice) yang penggunaannya mencakup fungsi luas. Mulai dari perbincangan dalam rapat, percakapan kelompok, hingga obrolan di perangkat seluler. 

 Melansir TechCrunch (16/4/2026), fitur penerjemahan ini juga berguna untuk para pekerja garda depan yang menghadapi beragam orang dengan bahasa yang berbeda-beda. 

Baca Juga:
Perusahaan AI AS Tuduh DeepSeek Curi Data Secara Masif

“Setelah menghabiskan bertahun-tahun dalam penerjemahan teks, suara adalah langkah alami bagi kami,” ucap CEO DeepL, Jarek Kutylowski, mengutip TechCrunch (16/4/2026).

Sebelumnya, DeepL hanya dapat digunakan untuk penerjemahan teks dan dokumen. Sebelum peluncuran fitur ini, DeepL tidak bisa menerjemahkan suara secara real-time. 

Baca Juga:
Komdigi: Meta Sudah Taati Aturan PP TUNAS, Google Dapat Surat Teguran

Kutylowski mengatakan bahwa tantangan dalam menciptakan produk penerjemahan waktu nyata berpusat pada keseimbangan antara mengurangi latensi—penundaan antara seseorang berbicara dan pemutaran audio terjemahan—dan mempertahankan hasil yang akurat.

Selain itu, DeepL merilis add-on untuk platform seperti Zoom dan Microsoft Teams, di mana pendengar dapat mendengarkan hasil terjemahan secara real-time. Sementara orang lain berbicara dalam bahasa asli atau mengikuti teks terjemahan real-time di layar. 

Baca Juga:
KAI Gandeng WIFI-Huawei demi Percepat Inovasi 5G-AI di Sistem Perkeretaapian

Saat ini, fitur voice to voice sedang dalam tahap akses awal. DeepL mengundang para konsumen untuk ikut mengantre. 

Perusahaan ini juga memiliki produk untuk percakapan berbasis seluler dan web yang dapat dilakukan secara langsung atau jarak jauh. Teknologi voice-to-voice DeepL juga dapat belajar dan beradaptasi dengan kosakata khusus. 

Seperti istilah khusus industri, nama perusahaan serta nama pribadi.

Perusahaan mengatakan bahwa mereka mengontrol seluruh tumpukan voice-to-voice. Namun, sistem saat ini mengubah ucapan menjadi teks, menerapkan terjemahan, lalu mengubahnya kembali menjadi ucapan. 

Ke depannya, mereka berencana mengembangkan model terjemahan suara end-to-end yang sepenuhnya tanpa mengubah suara menjadi teks.

(Eugina Siregar)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BUMN Karya Dikebut Restrukturisasi, Pemerintah Minta Perbaikan Total
• 14 jam lalurepublika.co.id
thumb
Harga Cabai Rawit Merah Hari Ini Naik
• 16 jam lalutvrinews.com
thumb
Helikopter PK-CFX Jatuh di Hutan Perbukitan Terjal di Sekadau Kalbar
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Kisah Bupati Lutim: Menunda Kuliah, Jadi Sopir, Lalu Raih Cumlaude
• 3 jam laluterkini.id
thumb
Jawab Kebutuhan Peserta, Direksi Baru BPJS Kesehatan Beberkan 8 Program Andalan
• 16 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.