Bisa Redakan Stres, Begini Cara teman kumparan Healing Lewat Menulis

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Setiap orang tentu punya masalah yang beragam dalam hidupnya. Meski sebaiknya diceritakan, realitanya nggak semua orang nyaman untuk terbuka karena bingung harus mulai dari mana atau bahkan takut dihakimi.

Dalam situasi seperti ini, nggak sedikit yang akhirnya pilih menulis untuk meluapkan isi pikiran. Entah itu lewat jurnal pribadi, buku catatan, atau blog. Meski terkesan sederhana, tapi ternyata efeknya cukup besar buat kesehatan mental, lho.

Seperti dijelaskan dalam laman PsychMed, menulis bisa membantu meredakan emosi negatif, pemulihan kondisi mental, sampai mengurangi dampak stres. Nggak heran kalau kebiasaaan ini sering jadi pelarian atau sarana healing bagi banyak orang, termasuk sejumlah teman kumparan.

Kira-kira seperti apa cara healing lewat tulisan versi mereka dan dampak positif apa yang dirasakan setelahnya? Yuk, simak ceritanya di bawah ini!

Cerita Healing teman kumparan Lewat Tulisan

teman kumparan Radhitya Probo Ratu Nagoro (36) termasuk salah satu yang terbiasa menuangkan keluh kesahnya dalam tulisan. Ia mengaku selalu merasa lega setelahnya, “rasanya plong, uneg-uneg yang ingin disampaikan tersalurkan lewat sebuah tulisan,” ungkapnya.

Cara ini ia lakukan karena butuh ruang untuk menyampaikan isi pikiran yang tertahan. Menurutnya, tulisan bisa jadi tempat paling aman untuk jujur tanpa takut dihakimi.

Meski begitu, ada kalanya Radhitya nggak mood untuk menulis. Ia menyadari, aktivitas ini butuh konsentrasi dan kondisi pikiran yang cukup stabil.

Untuk menyiasatinya, teman kumparan asal Sidorajo ini biasanya melakukan hal lain terlebih dulu, seperti ngemil atau scroll media sosial. Setelah mood membaik, barulah ia mulai menulis.

Perasaan serupa juga dirasakan oleh teman kumparan Mohammad Rifky (28) asal Semarang. Ia juga merasa lebih lega setelah menuangkan isi pikirannya ke dalam tulisan.

Bukan dalam bentuk konten berat, ia biasanya menulis opini artikel populer atau sekadar catatan harian. Baginya, semua rasa yang menumpuk lebih mudah dilepaskan lewat tulisan.

“Menulis bisa mengurangi kegelisahan dalam pikiran kita dan menuangkan seluruh unek-unek, sehingga diri jadi lebih plong,” ujarnya.

Refleksi diri seperti ini jadi langkah sederhana untuk melepas energi negatif. Bahkan saat penat sekalipun, Rifky tetap menyempatkan diri untuk menulis hal-hal ringan seperti keresahan pribadi atau kondisi masyarakat sekitar.

Di luar itu, ia juga hobi membaca dan mengikuti perkembangan tren di media sosial. Aktivitas ini bantu menjaga pikirannya tetap rileks.

Terakhir, ada teman kumparan Putri Fitriani (40) yang juga terbiasa mencurahkan isi pikiran lewat tulisan. Nggak harus pakai buku diary yang rapi, ia menulis di buku apa saja, bahkan dengan halaman yang acak.

Menurutnya, setelah menulis, masalah yang dihadapi terasa lebih “jelas”. Pikiran yang awalnya semrawut bisa lebih terurai, sehingga ia pun lebih paham apa yang sebenarnya dirasakan dan apa yang perlu dilakukan.

Nikmati serunya sharing hal-hal seru dengan ribuan teman baru di komunitas teman kumparan. Klik kum.pr/temankumparan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gunung Semeru Erupsi Lima Kali, Warga Diminta Waspada
• 16 jam lalutvrinews.com
thumb
Polda Jateng akan Intensifkan Penindakan Sumur Minyak Ilegal
• 18 jam lalurepublika.co.id
thumb
Baru 6 Hari Menjabat, Ketua Ombudsman RI Ditangkap Kejagung Terkait Korupsi
• 11 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat di Banggai, Wamensos: Perintah Presiden
• 6 jam laludetik.com
thumb
Polisi Ungkap Praktik Ilegal Pemindahan Elpiji Bersubsidi, Keuntungan Rp 1 Miliar Per Bulan
• 7 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.