Polkes Jogja Luncurkan Prodi Ners Orthopaedi Traumatologi Pertama di Indonesia

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Poltekkes Kemenkes Yogyakarta (Polkesyogya) memperingati Dies Natalis ke-25 di Auditorium Grha Bina Husada pada Kamis (16/4). Pada momentum ini, Polkesyogya juga meluncurkan lima program strategis.

Kelima program tersebut meliputi Program Studi Ners dengan Kompetensi Orthopaedi dan Traumatologi, Gerakan Transformasi Budaya Kerja, Media Bimbingan Akademik dan Literasi (MBAK LITA), SIMPEL, dan CTeFL. Program Studi Ners dengan Kompetensi Orthopaedi dan Traumatologi disebut sebagai yang pertama di Indonesia pada pendidikan vokasi kesehatan.

Direktur Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, Iswanto, menyampaikan bahwa pengembangan program dilakukan melalui inovasi di berbagai lini.

“Kami terus menggerakkan inovasi-inovasi yang ada di Poltekkes Kemenkes Yogyakarta di segala lini; dosen kemudian dari PLP (Pranata Laboratorium Pendidikan), termasuk juga mahasiswanya untuk terus kita asah. Dan insyaallah kita juga memfasilitasi apa yang kita bisa lakukan untuk mendorong ke situ,” ujar Iswanto, Kamis (16/4).

Ia menambahkan bahwa kompetensi orthopaedi dan traumatologi merupakan pengembangan dari program studi keperawatan yang sudah ada.

“Nah, untuk Jogja kita kita yang pertama ini dari dari 38 Poltekes bahkan juga mungkin di Indonesia ya ini karena yang lainnya belum ada . Prodi nya tetap nurse tapi dengan kompetensi tambahan untuk orthopaedi dan traumatologi,” jelasnya.

Selain itu, MBAK LITA dan SIMPEL diluncurkan untuk mendukung sistem akademik dan layanan berbasis digital. Sementara CTeFL difungsikan untuk meningkatkan kemampuan bahasa asing sivitas akademika.

Dalam kesempatan tersebut, Iswanto juga memaparkan capaian prestasi mahasiswa yang disebut meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

“Dari sisi mahasiswanya sudah cukup banyak sekali prestasi yang diukir, bahkan kita kadang sampai tiga kali lipat dari target yang ditetapkan, baik nasional maupun internasional. Ini trennya memang yang internasional luar biasa,” ungkapnya.

Polkesyogya juga menyampaikan rencana penguatan kualitas pendidikan melalui akreditasi internasional.

“Intinya bahwa kami, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta ini, harus mulai berani untuk berkompetisi di nasional, antara lain misalnya dengan akreditasi. Kita sudah menyiapkan untuk akreditasi internasional,” jelas Iswanto.

Menurutnya, indikator perkembangan institusi salah satunya dilihat dari jumlah mahasiswa asing dan penyerapan lulusan di sektor internasional.

“Tolak ukur kita maju tidaknya, baik tidaknya, itu salah satunya diukur dengan mahasiswa kita banyak dari asing, kemudian lulusan kita juga bekerja ke luar negeri serta bekerja di sektor-sektor kesehatan yang advance di rumah sakit favorit, di rumah sakit internasional, di rumah sakit vertikal,” tambahnya.

Sebagai pendukung, institusi juga melakukan penguatan sarana dan prasarana, termasuk modernisasi laboratorium dan standarisasi ruang kelas.

“Kita juga akan menguatkan dari sisi laboratorium; alat kita modernisasi, kemudian standarisasi kelasnya juga. Jadi insyaallah nanti kita akan terus membuat Poltekkes Yogyakarta bereputasi internasional,” tutup Iswanto.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Datang ke Jember, Kepala BGN Sebut Jember Layak Jadi Percontohan Nasional Pelaksanaan MBG
• 9 jam lalurealita.co
thumb
Ketimpangan Jakarta Tinggi, Pramono: Uang Orang Daerah Banyak Berputar di Jakarta
• 14 jam lalukompas.com
thumb
Berkas Perkara Andrie Yunus Dilimpahkan ke Pengadilan Militer, 4 Prajurit TNI Jadi Terdakwa
• 17 jam lalukompas.com
thumb
557 Ketua DPRD Ikuti Retret di Akmil Magelang
• 17 jam lalutvrinews.com
thumb
Helikopter PK-CFX yang Hilang Kontak di Sekadau Ditemukan Hancur
• 3 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.