Akhmad Munir Ketua PWI Pusat sekaligus Ketua Dewan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara mengingatkan insan pers untuk tetap menjaga prinsip dan etika jurnalistik di tengah tekanan industri media yang semakin ketat di era digital.
Hal itu disampaikan Munir menyoroti kondisi pers nasional saat ini menghadapi tantangan serius, baik dari sisi eksternal maupun internal. Meski dihadapkan pada berbagai tekanan, ia menegaskan bahwa jurnalis tidak boleh mengorbankan prinsip dasar profesinya.
“Apapun situasinya landscape industri media dan digitalisasi, kita harus tetap konsisten menjaga marwah dan kaidah jurnalisme. Itu yang paling penting,” tegasnya dalam acara Bedah Buku Langkah Sunyi Menuju Puncak karya Abdul Hakim, di Surabaya, Kamis (16/4/2026).
Acara bedah Buku “Langkah Sunyi Menuju Puncak” di Dyandra Convention Hall Surabaya, Kamis (16/4/2026). Foto: Rafi’ Ermawan Mg suarasurabaya.netMenurutnya, tantangan eksternal di era sekarang ini adalah digitalisasi dan hegemonisasi. Sementara itu, dari segi internal, tekanan dari sisi bisnis antar media juga menjadi salah satunya. “Dua, keduanya menjepit kita,” kata Akhmad Munir.
Ia menilai kondisi tersebut membuat ekosistem pers nasional tidak dalam keadaan baik-baik saja, sehingga diperlukan langkah konkret untuk memperkuat keberlangsungan media.
Salah satu upaya yang kini tengah diperjuangkan pihaknya adalah penguatan regulasi yang berpihak pada pers nasional, termasuk perlindungan terhadap karya jurnalistik.
“Kita harus memastikan regulasi kita memihak kepada Pers Nasional. Ini yang sedang kita perjuangkan,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menyinggung pentingnya pengaturan terhadap platform global yang selama ini dinilai memiliki dominasi besar dalam distribusi konten.
Dorongan lain yang tengah diupayakan adalah memperjuangkan adanya kebijakan pemberian insentif pengurangan pajak di dunia media, guna menjaga keberlanjutan industri.
Munir kembali menegaskan agar seluruh jurnalis untuk tetap profesional dan menjunjung tinggi kode etik, agar pers tetap menjadi pilar informasi yang kredibel di tengah derasnya arus digital.
Senada dengan itu, di kesempatan yang sama, Imawan Mashuri seorang tokoh pers serta Ketua Yayasan Pendidikan Wartawan Jawa Timur (YPWJT) juga mengajak insan pers kembali pada dasar-dasar jurnalistik.
Ia menekankan, prinsip seperti verifikasi dan keberimbangan tetap menjadi kunci dalam menghadapi arus informasi yang semakin tidak terkendali.
“Itu sebabnya kita kembali, kita tegakkan kembali kode etik, kita tegakkan kembali doktrin (kode etik dan doktrin jurnalistik). Kalau kita menjalani ini, maka ini sesuatu rumusan yang tidak saja diuji oleh lokal kita, tapi ini global telah menguji soal jurnalistik,” tambahnya. (mar/bil/faz)




