Pontianak: Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Pontianak memastikan tim gabungan memaksimalkan upaya evakuasi helikopter milik PT Matthew Air dengan nomor registrasi PK-CFX. Helikopter tersebut diduga jatuh di wilayah Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat.
"Setelah briefing, kami menerima informasi awal dari hasil pemantauan udara bahwa terdapat serpihan di titik koordinat yang sebelumnya telah diidentifikasi. Namun, itu masih berdasarkan pengamatan dari udara," kata Kepala Kansar Pontianak, I Made Junetra, di Pontianak seperti dilansir Antara, Kamis, 16 April 2026.
Junetra mengatakan, berdasarkan hasil briefing bersama unsur terkait termasuk TNI dan Polri, serta data hasil pemantauan udara, tim telah menemukan indikasi awal berupa serpihan yang diduga berasal dari helikopter tersebut.
Ia menjelaskan, pencarian melalui jalur udara telah dilakukan sebanyak dua hingga tiga kali untuk memastikan titik lokasi. Namun, keputusan untuk melanjutkan operasi sangat bergantung pada kondisi cuaca dan pertimbangan keselamatan penerbangan.
Sementara itu, tim darat yang dipimpin on-scene commander (OSC) di Sintang dilaporkan telah bergerak mendekati lokasi yang diduga menjadi titik jatuhnya helikopter. Tim darat harus menghadapi medan terjal dan vegetasi yang cukup rapat.
Baca Juga :
Serpihan Diduga Bangkai Helikopter PK-CFX Ditemukan di Hutan Sekadau
"Kondisi medan cukup menantang, dengan kemiringan tebing yang curam dan akses yang terbatas. Namun tim di lapangan terus berupaya mendekati titik koordinat," katanya.
Junetra menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai instansi, termasuk kepolisian terkait kesiapan tim Disaster Victim Identification (DVI), serta menyiapkan fasilitas pendukung seperti rumah sakit dan ambulans sebagai langkah antisipasi.
"Seluruh unsur sudah siap, termasuk DVI dan fasilitas kesehatan. Ini bagian dari kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan," ujarnya.
Terkait data penumpang, pihaknya menyebut telah menerima manifes dari perusahaan operator. Namun, ia belum dapat memastikan identitas korban sebelum proses evakuasi dan verifikasi dilakukan.
Basarnas juga telah membuka posko utama di Pontianak sebagai pusat koordinasi dan informasi bagi keluarga korban. Sementara posko tambahan di sekitar lokasi kejadian akan disesuaikan dengan perkembangan di lapangan.
TNI AU Kerahkan Helikopter dan Ratusan Personel
Di tempat yang sama, Komandan Pangkalan TNI AU Supadio (Danlanud Supadio), Marsma TNI Sidik Setiono, menegaskan pihaknya terus mendukung operasi pencarian dengan mengerahkan alutsista udara yang dilengkapi peralatan SAR.
Menurut dia, helikopter dari Lanud Supadio telah diterbangkan menuju lokasi pada siang hari. Helikopter tersebut membawa personel SAR, termasuk dari pasukan khusus TNI AU (Paskhas), untuk melakukan pencarian udara.
"Dari hasil searching, ditemukan adanya serpihan yang diduga bagian dari helikopter. Namun, untuk memastikan kondisi di lokasi, masih menunggu verifikasi dari tim darat," kata Sidik.
Ia menambahkan, pencarian sempat terkendala cuaca hujan serta kondisi geografis berupa hutan lebat dan medan terjal. Operasi udara tidak dapat dilanjutkan hingga malam hari demi menjaga keselamatan personel.
Selain pencarian udara, tim juga memetakan jalur darat sebagai akses alternatif menuju lokasi. Tim juga mencari titik pendaratan atau dropping zone yang memungkinkan bagi helikopter untuk mendukung evakuasi.
Tim pencari menemukan benda yang diduga helikopter milik PT Matthew Air dengan nomor registrasi PK-CFX yang dikabarkan hilang kontak di daerah Sekadau (ANTARA/HO : Tim Pencari korban helikopter)
Dalam operasi ini, TNI mengerahkan ratusan personel untuk membantu pencarian. Tercatat sekitar 290 personel dari berbagai satuan, termasuk Kodim dan batalyon infanteri, telah bergerak menuju lokasi untuk memperkuat tim SAR.
Hingga saat ini, tim gabungan masih terus berupaya mendekati titik lokasi yang diduga menjadi tempat jatuhnya helikopter. Operasi pencarian dan evakuasi direncanakan kembali dilanjutkan secara maksimal pada hari berikutnya dengan mengedepankan faktor keselamatan.
Data Manifest dan Kronologi Penerbangan
Helikopter berjenis Airbus H130 tipe H-130T2 tersebut mengangkut delapan orang. Mereka terdiri atas Kapten Marindra W selaku pilot, Harun Arasyd selaku kopilot, serta enam penumpang bernama Patrick K, Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O, dan Sugito.
Berdasarkan data kronologi, helikopter tersebut lepas landas dari helipad PT CMA di Desa Nanga Keruap, Kabupaten Melawi, pada pukul 07.34 WIB. Helikopter kemudian dilaporkan hilang kontak pada pukul 08.39 WIB. Peristiwa itu terjadi dalam penerbangan menuju helipad PT GAN di Desa Teluk Bakung, Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.



