Washington, VIVA – Pemerintah Amerika Serikat resmi meluncurkan langkah baru dalam kampanye tekanan ekonominya terhadap Iran melalui operasi bertajuk Economic Fury, dengan membekukan jaringan bisnis minyak yang dikaitkan dengan Mohammad Hossein Shamkhani, putra dari mendiang pejabat senior keamanan Iran Ali Shamkhani.
Dalam pengumuman pada 15 April 2026, Departemen Keuangan Amerika Serikat melalui Office of Foreign Assets Control (OFAC) menjatuhkan sanksi terhadap lebih dari dua lusin individu, perusahaan, dan kapal yang disebut menjadi bagian dari jaringan ekspor minyak ilegal Iran. Langkah itu diumumkan bersamaan dengan laporan media Iran Wire yang menyoroti bahwa Washington kini mulai menyasar lingkar dalam elite Teheran.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan operasi tersebut menargetkan elite rezim yang dinilai memperkaya diri dari jalur ekonomi bayangan.
“Departemen Keuangan bergerak agresif melalui Economic Fury dengan menargetkan elite rezim seperti keluarga Shamkhani yang mencoba meraup keuntungan dengan mengorbankan rakyat Iran,” ujar Bessent dalam pernyataan resmi Departemen Keuangan AS.
Menurut Washington, Mohammad Hossein Shamkhani memimpin kerajaan bisnis minyak Iran dan Rusia bernilai miliaran dolar yang selama ini menjadi salah satu jalur utama ekspor energi Teheran di tengah embargo internasional.
Departemen Keuangan AS menuduh jaringan Shamkhani mengoperasikan sistem rumit berisi perusahaan cangkang, firma logistik, hingga operator pelayaran internasional untuk menyamarkan transaksi minyak Iran ke pasar global.
Beberapa perusahaan berbasis di Uni Emirat Arab, India, hingga Kepulauan Marshall disebut menjadi bagian dari skema tersebut. Mereka diduga mengelola pengadaan kapal, logistik pengiriman, hingga administrasi korporasi agar transaksi terlihat sah di atas kertas.
Washington menilai jaringan ini telah menjadi salah satu tulang punggung utama “shadow fleet” Iran, armada tanker bayangan yang digunakan untuk menghindari sanksi internasional melalui metode seperti transfer minyak antarkapal di tengah laut, pemalsuan identitas kapal, hingga manipulasi sistem pelacakan.
Terkait Pendanaan Hizbullah
Tak hanya menargetkan jaringan minyak, OFAC juga menjatuhkan sanksi terhadap Seyed Naiemaei Badroddin Moosavi, warga negara Iran yang dituduh sebagai penyandang dana Hizbullah.





