Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mengapresiasi pelaksanaan Workshop Tata Kelola Rumah Sakit antara RSUP Dr. Sardjito dengan RSUD wilayah Jayapura yang digelar di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kegiatan tersebut dinilai bermanfaat bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Tanah Papua.
Ribka mengungkapkan upaya ini selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang menempatkan sektor kesehatan sebagai perhatian penting. Ia menuturkan bahwa pemerintah berkomitmen untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), salah satunya melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
"Salah satu misi daripada Bapak Presiden adalah bagaimana kita melakukan pembangunan di bidang kesehatan yaitu kita mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, CKG," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (16/4/2026).
Dalam rangka menyukseskan program tersebut, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menugaskan Ribka untuk mengawal pelaksanaannya di wilayah Indonesia Timur. Secara rutin, ia berkoordinasi dengan jajaran gubernur, bupati, dan wali kota agar kebijakan terlaksana dengan baik.
Berdasarkan pengamatannya, Ribka menilai perlu adanya peningkatan tata kelola pelayanan kesehatan di Tanah Papua, terutama di tingkat pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat.
"Bagaimana tugas pemerintah adalah kita memastikan pusat layanan yang paling terdepan di masyarakat, misalnya di tingkat desa di Pustu (Puskesmas Pembantu) dan seterusnya ya. Kita harus pastikan bahwa masyarakat di sana (Papua) sudah melakukan pemeriksaan kesehatan gratis," terangnya.
Selain program tersebut, Ribka mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah juga tengah melakukan percepatan eliminasi kasus tuberkulosis (TB). Menurutnya, penanganan tersebut tidak dapat dilakukan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) saja, melainkan membutuhkan peran aktif dari pemerintah daerah (Pemda) dan seluruh lapisan masyarakat.
"Saya pikir semangatnya adalah bagaimana biasanya kalau di Kementerian Kesehatan penyuluhan-penyuluhan itu mestinya kita tingkatkan," sambungnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kualitas pelayanan kesehatan yang optimal akan berdampak terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Kontribusi tersebut akan dirasakan oleh masyarakat sekaligus menjadi salah satu langkah strategis dalam mencapai Indonesia Emas 2045.
"Jadi harus menyasar masyarakatnya di 100 tahun [usia negara Indonesia] di 2045 adalah masyarakat yang sehat, masyarakat yang berkualitas dari sisi pendidikan, IPM-nya harus bagus, kemudian pertumbuhan harus bagus," tandas Ribka.
Sebagai informasi, acara yang digelar hari ini, Kamis (16/4) tersebut turut dihadiri oleh Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan Ockti Palupi Rahayuningtyas, Direktur Utama RSUP Dr. Sardjito Romaniyanto beserta jajaran, serta para peserta workshop dari RSUD wilayah Jayapura.
Simak juga Video 'Cara Kemenkes Siasati Kebutuhan Nakes untuk Isi 66 RSUD di Indonesia':
(akd/ega)





