Ketua RW di Kelapa Gading Ajak Warga Tangkap Sapu-Sapu, Dihargai Rp 5.000 per Kg

kumparan.com
10 jam lalu
Cover Berita

Ketua RW 06 Kelapa Gading Barat, Ikhsan, memberikan insentif kepada warganya sebesar Rp 5 ribu per kilogram untuk ikan sapu-sapu yang berhasil ditangkap.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengendalikan populasi ikan invasif tersebut.

Kebijakan itu disampaikan Ikhsan saat kegiatan penangkapan ikan sapu-sapu yang ditinjau langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di salah satu kawasan perumahan di Jalan Janur Elok RW 06, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, Jumat (17/4).

Ia mengaku pemberian imbalan tersebut merupakan inisiatif spontan untuk memotivasi warga.

“Saya hanya spontan merespons apa yang Pak Gubernur instruksikan ke wilayah DKI Jakarta untuk mengendalikan hama polusi ikan sapu-sapu ini. Ini hanya spontan dengan teman saya pembina ataupun penasihat RW 06 ini yaitu Haji Amir,” ujar Ikhsan di lokasi.

“Nah, sebagai imbalan atau pun iming-iming untuk memotivasi, ya di wilayah sini nih kita hargain per kilo Rp 5 ribu dan uang sakunya begitu, nanti khusus untuk wilayah RW 06 begitu. Kalau nanti seluruh Jakarta ribet saya, waduh,” lanjutnya berseloroh.

Ia berharap, langkah tersebut dapat mendorong partisipasi warga dalam mengurangi populasi ikan sapu-sapu yang dinilai merusak ekosistem perairan.

Menurutnya, program pengendalian ini perlu didukung secara luas oleh seluruh wilayah di Jakarta.

“Mudah-mudahan program Pak Gubernur ini berkelanjutan seluruh RW ataupun Lurah seluruh DKI mendukung dan melaksanakan apa yang diinstruksikan Pak Gubernur untuk mengendalikan hama ataupun untuk mengurangi populasinya begitu,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjelaskan bahwa ikan sapu-sapu yang tertangkap akan dikubur. Ia menyebut, meskipun tampak tidak berbahaya, ikan tersebut justru memiliki sifat invasif yang mengancam ekosistem.

“Sapu-sapunya akan dikubur. Karena ikan ini sebenarnya tadi saya mengalami sendiri cute banget gitu loh. Begitu dipegang itu dia udah pura-pura kayak lemas gitu kayak ini padahal dia adalah predator utama, bukan predator ya, yang invasif yang sangat aktif sekali di sungai,” kata Pramono.

“Sehingga hanya dia yang bisa bertahan dalam kondisi sungai yang dalam kondisi apa pun, dan ini berbahaya karena di biota air di Jakarta diperkirakan sudah di atas 60 persen ikan sapu-sapu ini dan harus secara masif mulai dikurangi supaya normal kembali,” sambung dia.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Haeru Rahayu, menjelaskan bahwa ikan sapu-sapu sebenarnya memiliki potensi pemanfaatan, namun tetap berisiko jika dikonsumsi karena kandungan residu yang tinggi.

“Banyak ya, salah satu yang paling gampang adalah dipakai untuk pupuk organik. Yang kedua ada sebetulnya usulan dipakai untuk tepung ikan. Cuma ada cumanya, kami memiliki kekhawatiran yang cukup tinggi residunya cukup tinggi. Kalau jadikan tepung ikan kemudian dimakan oleh ikan, ikannya dimakan oleh manusia, maka punya potensi untuk apa masuk ke manusia,” ujar Haeru.

Ia menambahkan, fenomena serupa juga terjadi di daerah lain seperti Danau Toba Sumatera Utara, di mana ikan invasif mendominasi perairan dan menggeser populasi ikan lokal.

“Yang kedua, se-Indonesia kami sudah koordinasi dengan Pemda. Salah satu yang sejenis ini modelnya adalah di Danau Toba itu ada namanya ikan Red Devil, hampir sama. Dulu 20 tahun yang lalu masyarakat sana kalau ngejala itu dapat ikan nila, ikan mujair segala macam. Sekarang itu kalau ngejala itu pasti isinya 90% ikan Red Devil,” tutur Haeru.

“Ini tidak enak dikonsumsi begitu, sehingga saat ini kami bekerja sama dengan BRIN untuk bisa memanfaatkan agar bisa lebih apa namanya utilize begitu. Salah satunya adalah untuk bahan tepung ikan. Kalau di Danau Toba relatif lebih baik kualitas airnya dibandingkan dengan di selokan atau di kanal-kanal yang seperti ini,” tambahnya.

Adapun lokasi penguburan ikan sapu-sapu yang tertangkap di wilayah RW 06 telah disiapkan oleh pemerintah setempat. Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat menyebutkan, ikan-ikan tersebut akan dikubur di area sekitar lingkungan warga.

“Jadi untuk yang kegiatan hari ini, khusus di RW 06, kami sudah siapkan lokasi nanti ini ada pos RW kemudian ada halaman juga nanti kita kubur di situ ditanam di situ nanti ya. Kalau untuk tempat lain menyesuaikan,” ujar Hendra.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemlu Sesalkan Kegagalan Perundingan Damai AS-Iran
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Motif Penyiraman Andrie Yunus karena Dendam Pribadi, Amnesty: Penghinaan Rasionalitas Hukum
• 15 jam lalukompas.com
thumb
Matikan Pergerakan Penyerang Borneo Mariano Peralta Cs, PSM Siapkan Duet Bek Bernilai Rp14,77 Miliar
• 42 menit laluharianfajar
thumb
Polisi Bongkar Penimbunan BBM Subsidi hingga 1 Ton di Bondowoso, 2 Tersangka Ditangkap
• 4 jam lalurctiplus.com
thumb
Liga Conference: Palace sikat Fiorentina, Strasbourg balikkan keadaan
• 15 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.