JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan, Dana Moneter Internasional (IMF) menunjukkan kekaguman terhadap ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung.
Hal itu terjadi saat Purbaya bertemu dengan Managing Director Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva dalam rangkaian lawatan ke Washington D.C., Amerika Serikat pada Selasa (14/4/2026).
Menurut Purbaya, pihak IMF menilai kondisi ekonomi Indonesia tetap kuat meskipun banyak negara menghadapi tekanan global.
Baca Juga: IMF dan World Bank Tawarkan Dana, Menkeu: Uang Kita Banyak, Pertahanan Berlapis
“Dia sempat ya kagum lah. Bukan kagum yang (heboh) amat, tapi kelihatan sekali mukanya senang dan agak heran bagaimana kita bisa seperti ini kondisinya,” kata Purbaya dalam wawancara eksklusif dengan presenter Yan Rahman di program Kompas Bisnis, Jumat (17/4/2026).
Kepada IMF, Purbaya saat itu menerangkan ketahanan ekonomi Indonesia tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan hasil dari reformasi kebijakan fiskal yang telah dilakukan sebelum tekanan global terjadi.
“Yang jelas saya jelaskan adalah kita melakukan perbaikan kebijakan fiskal untuk pendapatan, kita perbaiki pajak dan bea cukai. Pada dasarnya kita ingin menjalankan atau sedang menjalankan pemerintahan yang bersih sehingga pendapatan pajak kita naik,” tutur mantan Kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu.
Baca Juga: Ekonom World Bank Minta Maaf ke Menkeu Purbaya usai Pangkas Proyeksi RI Jadi 4,7 Persen
Dampak dari reformasi itu, lanjutnya, mulai terlihat dari peningkatan signifikan penerimaan negara.
“Saya bilang tumbuh 30 persen di bulan pertama, (atau) tumbuh 20 persen di bulan Januari-Februari tahun ini dibanding periode yang sama tahun yang lalu,” ujarnya.
Penulis : Dina Karina Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- purbaya yudhi sadewa
- menteri keuangan
- menkeu purbaya
- imf
- kebijakan fiskal
- reformasi ekonomi





