HARIAN FAJAR, GUANGZHOU – Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, mulai membuka keran investasi internasional dengan melakukan pertemuan strategis bersama Konsul Jenderal Republik Indonesia (Konjen RI) di Guangzhou, Ben Perkasa. Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi Kabupaten Takalar untuk menjajaki kerja sama ekonomi lintas negara, mulai dari sektor investasi teknologi hingga peluang pembentukan sister city dengan wilayah di Provinsi Guangdong, Tiongkok.
Konjen RI di Guangzhou, Ben Perkasa, menyambut hangat inisiatif Pemerintah Kabupaten Takalar. Menurutnya, posisi Takalar di Sulawesi Selatan memiliki potensi besar untuk dikolaborasikan dengan ekosistem bisnis di Tiongkok Selatan.
Inisiasi Sister City dan Proyeksi Ekonomi
Dalam diskusi tersebut, kedua belah pihak membedah berbagai peluang proyeksi kerja sama yang mencakup sektor bisnis dan investasi infrastruktur. Salah satu poin krusial adalah rencana pembentukan skema sister city (kota kembar).
“Kami membicarakan potensi hubungan antara Tiongkok Selatan dengan Kabupaten Takalar. Sudah banyak didiskusikan beberapa proyeksi kerja sama, termasuk kemungkinan sistem sister city yang nantinya akan ditindaklanjuti oleh fungsi ekonomi di KJRI,” jelas Ben Perkasa.
Eksplorasi Teknologi dan Pameran Global
Menindaklanjuti arahan tersebut, Bupati Daeng Manye didampingi Liaison Officer (LO) Jenny Widjaya, meninjau langsung pusat pameran internasional terbesar di Guangzhou. Lokasi ini merupakan kiblat inovasi global yang menampilkan teknologi robotik, kecerdasan buatan (AI), hingga teknologi mutakhir di sektor pertanian dan perikanan.
“Ini adalah pusat pameran berskala internasional yang diikuti berbagai investor dunia. Kami melihat langsung teknologi AI dan perikanan yang sangat relevan untuk dikembangkan di Takalar,” ujar Daeng Manye.
Undangan Presentasi Potensi Daerah
Langkah konkret Bupati Takalar tidak berhenti pada tinjauan lapangan. Ia dijadwalkan menghadiri undangan khusus dari pemerintah Provinsi Guangdong untuk mempresentasikan potensi unggulan Kabupaten Takalar di hadapan para pemodal internasional.
“Insya Allah, saya diundang secara resmi untuk menyampaikan potensi Takalar sekaligus mengundang para investor untuk datang dan berinvestasi langsung di daerah kita,” tambahnya dengan nada optimistis.
Melalui kunjungan luar negeri ini, Pemerintah Kabupaten Takalar berharap dapat melakukan percepatan pembangunan melalui akses kerja sama internasional. Terbukanya jalur komunikasi dengan Provinsi Guangdong diharapkan menjadi katalisator bagi masuknya modal asing yang dapat menggerakkan roda ekonomi masyarakat Takalar secara signifikan. (*)





