Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyebut deregulasi terhadap 191 Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga (Permenpora) menghasilkan empat peraturan baru yang akan diterapkan untuk mendorong kemajuan pembangunan kepemudaan dan keolahragaan di Indonesia.
"Dari 191 aturan (Permenpora) yang ada, telah kami deregulasi sehingga kini tersisa empat peraturan utama," kata Erick Thohir saat memberikan keterangan kepada awak media seusai bertemu dengan Menteri Hukum Supratman Andi Agtas di Jakarta, Jumat.
Erick menjelaskan keempat peraturan hasil deregulasi tersebut mengatur tentang kepemudaan, pembudayaan olahraga, prestasi olahraga, serta industri olahraga, termasuk pariwisata berbasis olahraga (sport tourism).
Baca juga: Menpora bersama Dubes Rusia perkuat kerja sama pemuda dan olahraga
Baca juga: Menpora dukung Sugiono bawa pencak silat ke kancah global
Menpora melanjutkan, deregulasi ini berawal dari hasil evaluasi terhadap banyaknya regulasi di kementerian yang dipimpinnya. Pihaknya kemudian berkonsultasi dengan Menteri Hukum untuk mencari solusi agar regulasi di Kemenpora dapat disederhanakan, sehingga pelaksanaan program dan kegiatan menjadi lebih mudah tanpa mengurangi capaian hasil.
"Alhamdulillah, kami mendapatkan pendampingan yang luar biasa dari Menteri Hukum (Supratman Andi Agtas). Hal ini juga bisa menjadi contoh bagi kementerian lain. Jika mengalami kendala, dapat meminta pendampingan, dan terbukti langkah ini tepat sasaran serta tepat waktu," ujar dia.
Menpora memaparkan hasil deregulasi tersebut merampingkan jumlah pasal menjadi sekitar 600 pasal atau berkurang sekitar 60 persen dari sebelumnya yang mencapai 1.500 pasal. Dia mencontohkan salah satu regulasi terkait prestasi olahraga yang jumlah pasalnya berkurang signifikan, dari sekitar 700 pasal menjadi 200 pasal.
Lebih lanjut, Erick mengatakan bahwa pihaknya juga menerima masukan dari Menteri Hukum agar ke depan dilakukan penguatan sinergi dengan kementerian lain, sehingga tidak terjadi program yang saling tumpang tindih (overlapping).
"Kami akan melaksanakan hal tersebut. Ke depan, kami akan kembali berkoordinasi dengan Kementerian Hukum. Selain itu, kami juga telah menjalin dua kesepakatan baru dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, serta direncanakan akan ada kesepakatan dengan Menteri Pendidikan Tinggi," tutur pria yang juga ketua umum PSSI itu.
Menpora menyampaikan terima kasih kepada Menteri Hukum atas pendampingan dan terobosan yang telah dilakukan, sehingga deregulasi 191 Permenpora dapat diselesaikan tepat waktu dan memberikan manfaat besar bagi kementeriannya.
Adapun empat Permenpora baru tersebut telah dinyatakan sah setelah ditandatangani oleh Erick Thohir dan diundangkan oleh Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan di Kementerian Hukum.
Baca juga: Erick Thohir buka panggung perempuan dan pemimpin muda di Kemenpora
Baca juga: Menpora: Liga 4 ajang talenta daerah ditempa menuju panggung nasional
"Dari 191 aturan (Permenpora) yang ada, telah kami deregulasi sehingga kini tersisa empat peraturan utama," kata Erick Thohir saat memberikan keterangan kepada awak media seusai bertemu dengan Menteri Hukum Supratman Andi Agtas di Jakarta, Jumat.
Erick menjelaskan keempat peraturan hasil deregulasi tersebut mengatur tentang kepemudaan, pembudayaan olahraga, prestasi olahraga, serta industri olahraga, termasuk pariwisata berbasis olahraga (sport tourism).
Baca juga: Menpora bersama Dubes Rusia perkuat kerja sama pemuda dan olahraga
Baca juga: Menpora dukung Sugiono bawa pencak silat ke kancah global
Menpora melanjutkan, deregulasi ini berawal dari hasil evaluasi terhadap banyaknya regulasi di kementerian yang dipimpinnya. Pihaknya kemudian berkonsultasi dengan Menteri Hukum untuk mencari solusi agar regulasi di Kemenpora dapat disederhanakan, sehingga pelaksanaan program dan kegiatan menjadi lebih mudah tanpa mengurangi capaian hasil.
"Alhamdulillah, kami mendapatkan pendampingan yang luar biasa dari Menteri Hukum (Supratman Andi Agtas). Hal ini juga bisa menjadi contoh bagi kementerian lain. Jika mengalami kendala, dapat meminta pendampingan, dan terbukti langkah ini tepat sasaran serta tepat waktu," ujar dia.
Menpora memaparkan hasil deregulasi tersebut merampingkan jumlah pasal menjadi sekitar 600 pasal atau berkurang sekitar 60 persen dari sebelumnya yang mencapai 1.500 pasal. Dia mencontohkan salah satu regulasi terkait prestasi olahraga yang jumlah pasalnya berkurang signifikan, dari sekitar 700 pasal menjadi 200 pasal.
Lebih lanjut, Erick mengatakan bahwa pihaknya juga menerima masukan dari Menteri Hukum agar ke depan dilakukan penguatan sinergi dengan kementerian lain, sehingga tidak terjadi program yang saling tumpang tindih (overlapping).
"Kami akan melaksanakan hal tersebut. Ke depan, kami akan kembali berkoordinasi dengan Kementerian Hukum. Selain itu, kami juga telah menjalin dua kesepakatan baru dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, serta direncanakan akan ada kesepakatan dengan Menteri Pendidikan Tinggi," tutur pria yang juga ketua umum PSSI itu.
Menpora menyampaikan terima kasih kepada Menteri Hukum atas pendampingan dan terobosan yang telah dilakukan, sehingga deregulasi 191 Permenpora dapat diselesaikan tepat waktu dan memberikan manfaat besar bagi kementeriannya.
Adapun empat Permenpora baru tersebut telah dinyatakan sah setelah ditandatangani oleh Erick Thohir dan diundangkan oleh Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan di Kementerian Hukum.
Baca juga: Erick Thohir buka panggung perempuan dan pemimpin muda di Kemenpora
Baca juga: Menpora: Liga 4 ajang talenta daerah ditempa menuju panggung nasional





