Cerita Mahasiswa Tambang: Dulu Kira Industri Merusak, Kini Tahu Ada Green Mining

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Sebelum mengenal lebih jauh dunia yang kelak akan mereka tekuni, sejumlah mahasiswa jurusan pertambangan menganggap aktivitas pertambangan erat kaitannya dengan kerusakan alam dan ekosistem.

Seperti diceritakan Sidny Sondakh, mahasiswa Program Studi Teknik Pertambangan Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY). Ia mengaku sempat memiliki pandangan tersebut sebelum menjalani perkuliahan di bidang pertambangan.

“Sebelum saya masuk pertambangan, saya merasa menambang itu hanya merusak lingkungan dan tidak memperbaiki ekosistem kita,” akunya.

Pandangan serupa juga disampaikan oleh Alvin Christo, mahasiswa Prodi Teknik Pertambangan Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS). Ia mengaku memiliki pandangan tersebut sebelum mengenal dunia pertambangan melalui perkuliahan.

“Saya pun dulu waktu belum masuk di dunia kuliah di Pertambangan tuh berpikir bahwa tambang tuh merusak lingkungan, gali, kasih hancur, ngancur-ngancurin aja gitu. Tapi setelah masuk tuh ternyata enggak gitu. Memang ada good mining practice,” tuturnya.

Persepsi awal para mahasiswa jurusan pertambangan itu berubah seiring mereka mengenal praktik industri ini lebih dekat, salah satunya melalui Seminar Nasional Dies Natalis ke-22 Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan (HMTA) ITNY yang digelar di Sahid Raya Hotel & Convention Yogyakarta, Senin (13/4).

Seminar bertajuk “How Artificial Intelligence and Digital Revolution 4.0 Are Driving The Future of Mining Industry” itu diikuti sekitar 200 mahasiswa jurusan Teknik Pertambangan dari Yogyakarta hingga Surabaya. Dalam forum itu, mahasiswa dipertemukan dengan praktisi dan pemimpin industri pertambangan.

Rektor ITNY, Setyo Pambudi, menyebut kegiatan ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara dunia kampus dan realitas industri.

“Untuk memberikan pengetahuan, sharing ilmu, dan apa yang sekarang ini ada di dunia pertambangan. Mahasiswa yang mengikuti ini akan memahami dunia pertambangan untuk sekarang ini sejauh mana,” katanya.

Di hadapan peserta, Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia sekaligus Presiden Direktur PT Adaro Indonesia, Priyadi Sutarso, memaparkan perkembangan industri yang selama ini kerap disalahpahami.

Ia menegaskan bahwa pertambangan masih menjadi salah satu penopang utama ekonomi nasional, dengan cadangan batu bara Indonesia yang diperkirakan mencapai 26 hingga 35 miliar ton.

“Jangan takut untuk menggeluti industri pertambangan karena industri pertambangan menjadi salah satu tulang punggung ekonomi negara kita,” katanya.

Ia juga menyebut, industri tambang tengah mengalami transformasi melalui digitalisasi dan penerapan konsep green mining. Berbagai teknologi mulai digunakan, seperti command center berbasis digital, pemantauan operasional secara real-time, hingga elektrifikasi alat tambang.

Di tengah transisi energi global, menurutnya batu bara masih akan digunakan dalam jangka panjang, setidaknya hingga 30 tahun ke depan. Perubahan itu juga menuntut kesiapan sumber daya manusia untuk beradaptasi.

“Sebenarnya perkembangan teknologi itu kan harus kita bisa beradaptasi. Jangan menganggap itu ancaman. Karena apa? Yang tidak bisa beradaptasi akan tergiling dengan sendirinya,” ujarnya.

Pemahaman yang berkembang itu juga memengaruhi cara pandang sebagian peserta terhadap peran mereka ke depan. Ahmad Zaini, mahasiswa Prodi Teknik Pertambangan ITNY asal Kalimantan yang sejak kecil hidup di lingkungan tambang, menyebut dirinya kini memiliki gambaran lebih jelas tentang tanggung jawab sebagai seorang engineer.

“Tanggung jawab saya sebagai engineer, saya berharap bisa mengembalikan ekosistem hidup satwa ataupun tumbuhan di sektor tambang di tempat asal saya,” ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Update Gaji Pensiunan PNS 2026: Benarkah Ada Kenaikan dan Rapel Lagi? Ini Penjelasan Resmi Taspen soal PP 8/2024
• 33 menit laluharianfajar
thumb
Terbukti Tak Rugikan Negara! Putusan 3 Tahun Kasus Plaza Klaten Abaikan Bukti-Bukti dan Pembelaan, Terdakwa Merasa Dizalimi
• 12 jam lalucumicumi.com
thumb
Timnas Indonesia U-17 Masih Bisa Lolos ke Semifinal Piala AFF 2026 meski Kalah dari Malaysia Jika Skenario Ini Terjadi
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Rebranding, Matahari Departement Store Ganti Nama, Jadi Apa?
• 1 jam lalumedcom.id
thumb
Satu keluarga tewas dalam kebakaran di Grogol Petamburan Jakbar
• 9 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.