Nganjuk, tvOnenews.com - Sektor manufaktur kembali menegaskan posisinya sebagai tulang punggung ekonomi Jawa Timur.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak mengungkapkan, kontribusi sektor ini menjadi yang terbesar dalam struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sepanjang 2025, mencapai 31,32 persen.
“Jawa Timur ini penyumbang terbesar perekonomian di Jawa Timur adalah sektor manufaktur. Tentu memberikan nilai tambah karena manufaktur punya kemampuan nilai tambah yang tinggi,” kata Emil di Nganjuk, Jawa Timur, dikutip Jumat (17/4/2026).
Dominasi manufaktur tidak hanya terlihat dari kontribusinya terhadap PDRB, tetapi juga dari perannya dalam menyerap tenaga kerja.
Emil mencatat sektor ini menyerap sekitar 3,58 persen dari total tenaga kerja di Jawa Timur, menjadikannya salah satu penggerak utama aktivitas ekonomi daerah.
Selain itu, kinerja ekspor turut memperkuat posisi Jawa Timur sebagai motor ekonomi nasional.
Sepanjang 2025, nilai ekspor tercatat lebih tinggi dibanding impor—indikator penting yang menunjukkan surplus perdagangan luar negeri.
Emil menyebutkan, nilai ekspor mencapai 1.654, sementara impor berada di angka 1.444. Secara keseluruhan, nilai ekspor Jawa Timur menembus US$30,4 miliar.
Komoditas ekspor didominasi sektor non-migas, mulai dari perhiasan, bahan kimia, kayu dan produk turunannya, kertas, hingga lemak dan minyak hewan serta produk perikanan.
Produk-produk tersebut menembus pasar global utama seperti Tiongkok, Amerika Serikat, dan Swiss.
Dengan kombinasi kekuatan manufaktur dan kinerja ekspor yang solid, Jawa Timur mengukuhkan diri sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi paling vital di Indonesia, sekaligus penopang penting stabilitas ekonomi nasional. (agr/muu)




