Proyek Water Taxi Bali Dipercepat, Waktu Tempuh Bandara-Canggu Cuma 30 Menit

bisnis.com
1 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyampaikan, penyusunan Detailed Engineering Design (DED) serta pemenuhan aspek perizinan water taxi di Bali ditargetkan rampung pada tahun ini.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan, pengembangan water taxi menjadi bagian dari strategi memperkuat sistem transportasi terintegrasi di destinasi wisata unggulan.

“Tahapan ini ditargetkan selesai pada 2026, sebelum dilaporkan kepada pemerintah untuk mendapatkan arahan dan penugasan lebih lanjut,” ujarnya kepada Bisnis, Jumat (17/4/2026). 

Pada dasarnya pemerintah mendorong pengembangan water taxi di Bali sebagai solusi mengurai kemacetan dan mempercepat konektivitas kawasan pariwisata. Namun, realisasinya masih bergantung pada penyelesaian desain teknis tersebut dan kepastian skema operasional.

Sejatinya upaya ini diarahkan untuk mengintegrasikan moda transportasi darat, laut, dan udara, khususnya pada koridor Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju kawasan Canggu yang selama ini menghadapi kepadatan lalu lintas tinggi.

Sebagaimana arahan dari Kementerian Perhubungan, Heru menuturkan bahwa inisiatif tersebut dapat meningkatkan efisiensi pergerakan sekaligus menekan beban lalu lintas di wilayah Kabupaten Badung yang menjadi pusat aktivitas pariwisata Bali.

Baca Juga

  • ASDP dan Injourney Airports Susun Kajian Water Taxi Bali
  • Dermaga Water Taxi Tanjung Benoa Mulai Beroperasi
  • Pemerintah Wacanakan Water Taxi untuk Atasi Kemacetan di Bandara Ngurah Rai

Saat ini, kajian kelayakan proyek (feasibility study) telah diselesaikan oleh ASDP bersama PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports). Studi tersebut mencakup aspek pasar, teknis, finansial, operasional, hingga sosial dan lingkungan, serta menetapkan lintasan Sekeh–Canggu (Berawa) sebagai prioritas awal.

Dari sisi operasional, water taxi diproyeksikan memangkas waktu tempuh perjalanan dari bandara ke Canggu yang saat ini berkisar 1 jam hingga 2 jam menjadi maksimal 30 menit. Efisiensi ini dinilai dapat meningkatkan daya tarik destinasi sekaligus memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa.

Sementara itu, Corporate Secretary ASDP Windy Andale menyebut penetapan lintasan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan pengguna, kondisi perairan, keselamatan pelayaran, serta kesiapan infrastruktur dan konektivitas kawasan sekitar.

“Melalui pendekatan ini, layanan water taxi diharapkan tidak hanya efisien, tetapi juga aman dan terintegrasi dengan ekosistem pariwisata Bali,” ujarnya.

Terpisah, Corporate Secretary Group Head Angkasa Pura Indonesia, Arie Ahsanurrohim mengatakan pengembangan proyek masih dalam tahap pendetailan dengan melibatkan tim profesional dari Universitas Udayana. Aspek tarif pun masih dalam proses kajian. 

“Fokus utama layanan ini adalah menawarkan kepastian waktu tempuh dan bebas kemacetan sebagai nilai utama bagi pengguna,” tuturnya. 

Dari hasil survei dalam studi tersebut, minat terhadap layanan water taxi cukup tinggi. Sebanyak 66% responden wisatawan domestik dan 44% wisatawan mancanegara menyatakan tertarik menggunakan moda transportasi ini.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menjelaskan bahwa estimasi anggaran untuk pembangunan water taxi ini senilai Rp1,2 triliun.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Renovasi Besar, Hotel Burj Al Arab Tutup Sementara hingga 18 Bulan
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
PANRB Percepat Finalisasi Desain Besar Reformasi Birokrasi
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Presiden Terima Laporan 300 Jembatan Perintis Rampung Dibangun dalam Tiga Bulan
• 10 jam lalupantau.com
thumb
Membludak Peminat Urus Zakat Makassar
• 32 menit lalucelebesmedia.id
thumb
KKP Ungkap Populasi Ikan Sapu-Sapu Begitu Dahsyat, tapi Pemanfaatannya Masih Terbatas
• 6 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.