Di tengah gempuran digital dan derasnya arus informasi di media sosial, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur (Jatim) turut menyoroti adanya pergeseran peran wartawan yang kini tidak lagi sekadar menyampaikan berita, tetapi juga dituntut menjaga kualitas, akurasi, dan kredibilitas informasi bagi publik.
Sorotan tersebut mengemuka dalam Puncak Acara Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan HUT PWI ke-80 tingkat Jawa Timur yang digelar di Dyandra Convention Center, Surabaya, Kamis (16/4/2026).
Lutfil Hakim Ketua PWI Jatim menegaskan, peringatan HPN seharusnya menjadi momentum refleksi bagi insan pers untuk terus meningkatkan kualitas jurnalisme di tengah perubahan zaman.
“Bagaimana setiap hari kita memperbaiki kualitas jurnalisme, menghadirkan informasi yang mencerahkan, dan menjadi arah bagi masyarakat,” tegasnya saat Puncak Acara Hari Pers Nasional dan HUT PWI ke-80 Tingkat Jawa Timur di Surabaya, Kamis (16/4/2026) malam.
Senada dengan itu, Akhmad Munir Ketua Umum PWI Pusat menyoroti bahwa tantangan wartawan saat ini tidak hanya datang dari derasnya arus digitalisasi, tetapi juga dari kompetisi internal industri media. “Tiga poin utama bagi insan pers, apabila ingin tetap eksis di tengah tantangan itu,” ujarnya.
Akhmad Munir Ketua PWI Pusat saat sambutan pada Puncak Acara Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan HUT PWI ke-80 di Dyandra Convention Center, Surabaya, Kamis (16/4/2026). Foto: Rafi’ Ermawan Mg suarasurabaya.netIa menjelaskan, yang pertama, wartawan kini dituntut tidak hanya menyajikan informasi, tetapi juga memastikan kualitas berita tetap terjaga melalui akurasi sebagai rujukan utama publik.
Selanjutnya, yang kedua yaitu adaptasi terhadap teknologi dengan meningkatkan kompetensi SDM di tengah disrupsi digital.
“Dan berpegang teguh pada kode etik menjaga profesionalisme serta marwah pers dari kepentingan luar,” tambah Munir sebagai pelengkap tiga poin utama.
Dengan kondisi tersebut, pergeseran peran wartawan tidak lagi sekadar sebagai penyampai informasi, melainkan juga sebagai penjaga kualitas, kurator informasi, serta benteng utama dalam menjaga kredibilitas di tengah arus informasi digital yang semakin cepat dan kompleks.(mar/bil/ipg)




