HARIAN FAJAR, JAKARTA – Spekulasi transfer besar melanda ibu kota. Muncul potensi reuni antara Shin Tae-yong (STY) dengan dua anak emasnya di Timnas, Asnawi Mangkualam dan Pratama Arhan, di Persija Jakarta. Isu ini mencuat setelah juru taktik asal Korea Selatan tersebut dikabarkan masuk dalam radar utama Macan Kemayoran untuk musim depan.
Kehadiran STY yang tertangkap kamera sedang memantau laga di Jakarta International Stadium (JIS) memperkuat dugaan tersebut. Kabarnya, Persija siap memboyong paket pelatih dan pemain bintang Timnas demi mengusung target juara Super League.
Ketertarikan Persija terhadap STY diyakini akan menjadi magnet bagi para pilar Garuda lainnya untuk merapat. Jika kesepakatan tercapai, gerbong pemain Timnas diprediksi akan menyusul, menjadikan Persija sebagai miniatur kekuatan baru di level klub.
Potensi reuni antara Shin Tae-yong, Asnawi Mangkualam, dan Pratama Arhan di Persija Jakarta didasari oleh hubungan emosional serta teknis yang sangat kuat selama di Timnas Indonesia.
Di bawah asuhan STY, Asnawi menjelma menjadi kapten yang tak tergantikan. Kehadirannya di Persija akan memberikan stabilitas di sektor kanan sekaligus kepemimpinan di ruang ganti.
Kedekatan keduanya kian terlihat saat STY mengundang Asnawi dalam acara buka puasa bersama di Jakarta baru-baru ini. Hal ini mempertegas bahwa komunikasi antarkeduanya tetap terjaga. Namun, Persija harus menebus klusul kontrak Asnawi yang masih terikat kontrak tim Thailand, Port FC, hingga 2029.
Pratama Arhan juga pernah menjadi senjata mematikan STY. Kemampuan lemparan jarak jauh Arhan merupakan paling sering dimaksimalkan oleh STY. Karakter permainan Arhan yang agresif sangat cocok dengan skema intensitas tinggi yang biasa diterapkan pelatih asal Korea Selatan tersebut. Kini Arhan masih terikat kontrak dengan Bangkok United hingga Juni 2027.
Secara taktis, kehadiran Asnawi dan Arhan akan memudahkan transisi formasi. STY dikenal gemar menggunakan skema tiga bek dengan dua wing-back yang aktif menyerang—peran yang sudah sangat fasih dijalankan oleh Asnawi dan Arhan di bawah kendali STY.
Menantang Dominasi Persib
Ambisi Persija mendatangkan paket STY-Asnawi-Arhan merupakan respons nyata terhadap stabilitas Persib Bandung di bawah asuhan Bojan Hodak. Hingga pekan ke-27, meski berada di posisi ketiga dengan 55 poin, Persija masih tertinggal sembilan poin dari sang rival di puncak klasemen.
Manajemen tampaknya menyadari bahwa untuk mengejar ketertinggalan tersebut, dibutuhkan sistem kepelatihan yang disiplin dan skuad dengan mentalitas juara.
Namun, langkah Persija tidak akan mudah. STY secara terbuka mengaku tengah mempertimbangkan tawaran dari klub luar negeri dan memiliki nilai kontrak yang cukup tinggi, mencapai kisaran Rp1,1 miliar per bulan.
Masa Depan Mauricio Souza
Di sisi lain, masa depan pelatih Persija saat ini, Mauricio Souza, kian tak menentu. Meski performa tim cukup stabil, tekanan dari suporter dan kebutuhan akan sosok ikonik membuat manajemen mulai melirik figur baru. Jika STY benar-benar merapat, JIS dipastikan akan menjadi magnet baru bagi talenta-talenta terbaik Indonesia.
Kini, bola panas ada di tangan manajemen Persija. Apakah mereka siap melakukan investasi besar untuk mewujudkan reuni bersejarah ini?
Jika berhasil, Persija tidak hanya mendatangkan pelatih, tetapi juga membawa identitas baru yang sarat akan aroma Timnas Indonesia demi mengembalikan trofi juara ke ibu kota. (*)




