Apa Itu Nutri-Level? Sistem Pelabelan Baru untuk Makanan dan Minuman, Ini Cara Kerjanya

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

Nutri-level adalah sistem pelabelan baru yang diluncurkan Kementerian Kesehatan untuk membantu masyarakat memahami kandungan nutrisi pada makanan dan minuman.

Apa Itu Nutri-Level? Sistem Pelabelan Baru untuk Makanan dan Minuman, Ini Cara Kerjanya. (Foto; Istimewa)

IDXChannel—Apa itu nutri-level? Kementerian Kesehatan meluncurkan kebijakan sistem pelabelan nutri-level untuk membantu konsumen memahami kandungan nutrisi utama pada makanan dan minuman kemasan. 

Ini adalah upaya pemerintah untuk mendorong masyarakat agar lebih sadar terhadap pola konsumsi harian, menyusul peningkatan kasus penyakit tidak menular yang disebabkan oleh konsumsi berlebihan. 

Baca Juga:
BPOM Luncurkan Label Gizi Baru: Ada 4 Level, Penerapan Awal Menarget Produk Minuman

Contoh penyakit yang dimaksud antara lain diabetes hingga hipertensi. Sebagian besar penyakit tidak menular karena konsumsi berlebihan ini dipicu oleh konsumsi gula, garam, dan lemak secara berlebihan. 

Sistem nutri-level ini diharapkan membantu masyarakat untuk memahami kandungan nutrisi dengan pelabelan yang lebih sederhana. Sebelumnya, tiap produk makanan dan minuman kemasan mencantumkan kandungan gizi per sajian, tetapi sistem ini dinilai masih rumit dipahami. 

Baca Juga:
BPOM Resmi Atur Batas Maksimal Cemaran Mikroba di Pangan Olahan
Apa Itu Nutri-Level?

Nutri-level adalah sistem penilaian atau pelabelan gizi pada kemasan produk pangan yang menunjukkan kualitas nutrisi secara ringkas. Biasanya ditampilkan dalam bentuk kode warna, huruf, atau skor tertentu, sehingga konsumen bisa dengan cepat menilai apakah suatu produk tergolong sehat atau sebaliknya.

Konsep ini mengadopsi pendekatan yang sudah diterapkan di beberapa negara dan didukung oleh organisasi kesehatan global seperti World Health Organization, yang mendorong transparansi informasi gizi bagi masyarakat.

Baca Juga:
BPOM Ungkap Dampak Penyalahgunaan Whip Gas, Ini Hasilnya dalam Jangka Panjang

Nutri-level membantu masyarakat memahami kandungan gizi tanpa harus membaca label yang rumit. Dengan informasi yang lebih jelas, masyarakat diharapkan bisa membatasi konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak.

Dengan kebijakan Nutri Level ini, produsen makanan akan terdorong untuk memperbaiki komposisi produknya agar mendapat nilai nutri-level yang lebih baik.

Bagaimana Cara Kerjanya?

Nutri-level biasanya bekerja dengan sistem penilaian berdasarkan kandungan nutrisi utama, seperti gula, garam (natrium), lemak jenuh, kalori total, serat dan protein (sebagai nilai tambah).

Produk kemudian diberi skor atau kategori tertentu, biasanya menggunakan huruf A-B-C-D, dengan kategori ‘paling sehat’ hingga ‘perlu dibatasi.’ Semakin baik komposisi gizinya, semakin tinggi nilai nutri-level yang diberikan.

Penerapan nutri-level diharapkan membawa perubahan besar dalam kebiasaan konsumsi masyarakat Indonesia. Dengan informasi yang lebih transparan dan mudah dipahami, masyarakat bisa lebih selektif memilih makanan, mengurangi risiko penyakit kronis, dan membangun pola makan yang lebih seimbang.

Namun, keberhasilan kebijakan ini tetap bergantung pada edukasi yang masif dan kesadaran masyarakat untuk benar-benar memanfaatkannya.


(Nadya Kurnia)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mentan Klaim RI Capai Swasembada Plus, Siap Hadapi Krisis Pangan Akibat El Nino
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Kuliah Umum di UNDIP Jajal Kendaraan Listrik, Uji Coba Buktikan Emisi Turun 56%
• 10 jam laludisway.id
thumb
Terungkap Penyebab Kematian Wanita di Serpong
• 7 jam laluliputan6.com
thumb
Gus Ipul Paparkan Kunci Pengentasan Kemiskinan di Musrenbang NTB
• 16 jam lalupantau.com
thumb
Mensos Tegaskan 11 Juta Peserta PBI JKN Tidak Dicoret, Tapi Dialihkan ke yang Berhak
• 2 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.