jpnn.com, TANGERANG SELATAN - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) meluncurkan program dengan konsep Expert Goes to School untuk memperkuat kompetensi digital pelajar.
Pemerintah berjuluk Kota Anggrek itu menamai program tersebut Tangsel Digital Academy yang menghadirkan praktisi industri langsung ke lingkungan sekolah.
BACA JUGA: Percepat Realisasi Belanja Daerah, Pemkot Tangsel Ingin Jaga Stabilitas Harga
Program itu diperkuat dengan penandatanganan kerja sama antara Diskominfo Tangsel, Institut Teknologi Tangerang Selatan (ITTS), dan SMK Negeri 6 Tangerang Selatan pada Kamis (16/4) kemarin.
Kepala Diskominfo Tangsel TB Asep Nurdin menuturkan program pihaknya menjadi pionir model pembelajaran berbasis praktik (aplikatif).
BACA JUGA: Soal Flyover Ciputat, Pemkot Tangsel Ungkap Upaya Koordinasi ke Pusat untuk Perbaikan
Dia menuturkan program Tangsel Digital Academy dirancang untuk menjadi percontohan di masa depan.
"Program Tangsel Digital Academy ini kami siapkan sebagai pionir. Kami ingin menghadirkan pembelajaran yang lebih aplikatif dengan melibatkan langsung para praktisi ke sekolah-sekolah," ujar Asep, Kamis.
BACA JUGA: Pemkot Tangsel Audit Ketat Potensi Penyelewengan Jabatan dan Gratifikasi
Dia menilai sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan sekolah menjadi kunci utama mewujudkan ekosistem pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri digital.
"Penandatanganan kerja sama ini adalah langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan program. Ke depan, kami ingin memperluas implementasi ini ke lebih banyak sekolah di Tangerang Selatan," lanjutnya.
Berbeda dengan pelatihan singkat pada umumnya, program ini dilaksanakan secara intensif.
Siswa akan mengikuti pelatihan selama tiga hari setiap pekan dalam kurun waktu tiga pekan.
Materi difokuskan pada penguasaan teknologi informasi, khususnya dasar-dasar pengembangan situs web (website development).
Asep menekankan bahwa pendekatan praktis ini bertujuan menjembatani kesenjangan antara teori di kelas dengan realita di dunia kerja.
"Kami tidak mau sekadar pelatihan sehari dua hari. Intinya, kami ingin betul-betul mencetak adik-adik semua agar memiliki kemampuan (skill) yang mumpuni, bukan sekadar datang sekilas," ujar Asep.
Sebagai bentuk komitmen nyata dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM), Pemkot Tangsel membuka peluang bagi siswa peserta pelatihan yang memenuhi standar untuk direkrut oleh Diskominfo.
Melalui program ini, Pemkot Tangsel yakin dapat menciptakan model pembelajaran digital yang adaptif dan berkelanjutan, guna mencetak generasi muda unggul di era transformasi digital.
"Saya sudah sampaikan, kalau ada yang memenuhi standar rekrutmen yang ada di tempat kami, ya akan kita rekrut," kata dia. (ast/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Kebut Pemulihan Pascabanjir, Pemkot Tangsel Gandeng TNI-Polri
Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Aristo Setiawan




