Longsor di Sukabumi Timpa Rumah, Satu Orang Meninggal

metrotvnews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Sukabumi: Bencana longsor terjadi Desa Sukamaju, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Kamis, 16 April 2026. Satu warga Kampung Gria Sukamaju, dilaporkan meninggal dunia lantaran gagal menyelamatkan diri saat tebing longsor menimpa bangunan rumahnya. 

Manager Pusat Pengendali dan Operasional (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, menuturkan peristiwa longsor terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, wilayah tersebut diguyur hujan deras berdurasi  cukup lama.

"Hujan deras yang berlangsung cukup lamamenyebabkan tebing sepanjang 10 meter dengan tinggi 8 meter mengalami longsor. Materialnya menimbun satu bangunan rumah dengan kondisi rusak berat. Satu orang penghuninya atas nama Afni Nopianti berusia 30 tahun meninggal dunia," kata Daeng, Jumat, 17 April 2026, melansi Antara.

Baca Juga :

Hujan Deras Picu Longsor di Cipanas Cianjur
Bangunan rumah yang tertimbun tanah longsor dihuni dua kepala keluarga sebanyak empat jiwa. Saat ini, mereka diungsikan semantara ke tempat yang lebih aman. 

"Pada hari kejadian kami langsung melakukan asesmen ke lokasi. Petugas kami berkoordinasi dengan ketua RT setempat untuk mengevakuasi korban tertimbun serta evakuasi materiaal longsor," jelas dia.

Bersamaan peristiwa itu, di beberapa lokasi juga terjadi bencana hidrometeorologi dampak tingginya curah hujan. Di Kampung Caringin Lebak RT 07/04, Desa Caringun Kulon, Kecamatan Caringin, terjadi bangunan tembok penahan tanah (TPT) longsor serta tertimbunnya ruas jalan. Hasil asesmen, untuk penanganan sementara diperlukan sebanyak 50 bronjong, 500 karung, serta material TPT.

Kemudian Di Kecamatan Jampangtengah, terjadi pergerakan tanah dan tanah longsor di beberapa titik. Hasil pendataan, wilayahnya berada di Kampung Cilimus RT 29/05, Kampung Cisaat RT 28/05, Kampung Cijiwa RT 27/05 dan RT 26/05, serta Kampung Cigedang RT 23/04.

Petugas gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, melakukan evakuasi jenazah dari makam yang terbawa longsor di Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Jumat (17/4/2026). ANTARA/Ahmad Fikri.

Sementara di Kecamatan Nagrak terjadi banjir hingga berdampak terjadinya tanah longsor di Kampung Leuwipeti RT 03/04 Desa Balekambang. Bencana dipicu naiknya debit air pada drainase. Luapan air membanjiri halaman rumah warga dan meresap ke tanah pada sebuah tebing. Akibatnya, terjadi longsor di dua lokasi. 

Selain itu, akibat kejadian itu, sebuah TPT kondisinya rusak. Di lokasi terdapat 6 rumah yang dihuni 12 kepala keluarga dalam kondisi terancam.

Sementara di Kecamatan Cibadak, permukiman warga di Kampung Panagan RT 03/02 Desa Pamuruyan terendam banjir meluapnya aliran sungai. Sebanyak 12 kepala keluarga atau 35 jiwa terdampak. Ketinggian air mencapai sekitar 30 sentimeter. Para penghuninya mengevakuasi secara mandiri. (MI/BB)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penasihat Hukum Sugiri Minta Pembatalan Dakwaan Jaksa Karena Dinilai Salah Sasaran
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Pendapatan Jakarta capai Rp8,74 triliun pada triwulan I-2026
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
8 Jasad Korban Helikopter Jatuh di Sekadau Berhasil Dievakuasi, Operasi SAR Resmi Ditutup!
• 7 jam laluokezone.com
thumb
Megawati Tekankan Penguatan Ideologi dan Disiplin Organisasi PDIP
• 14 jam lalutvrinews.com
thumb
Clara Shinta Siap Somasi Balik Tri Indah Usai Dituntut Ganti Rugi Rp10,7 Miliar
• 12 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.