Jagara Geruduk Kantor YLBHI, Kritik Fenomena Tebang Pilih Kasus hingga Soal Dana

jpnn.com
1 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Jaringan Aksi Jaga Kedaulatan Rakyat (Jagara) menggelar aksi massa di depan Kantor YLBHI, Jumat (17/4).

Kedatangan mereka bertujuan menyuarakan kegelisahan publik terkait rasa keadilan yang dinilai belum merata.

BACA JUGA: Ketua YLBHI Harapkan Polri Ungkap Aktor Utama Kasus Penyiraman Air Keras Kepada Aktivis KontraS

Ketua Umum Jagara, Kahpril Gibran menegaskan aksi ini merupakan bentuk kepedulian pihaknya terhadap muruah lembaga bantuan hukum tersebut. Selama ini, YLBHI dikenal sebagai tumpuan masyarakat kecil.

“Kami datang ke sini untuk mengingatkan YLBHI yang memiliki posisi penting dalam menjaga keadilan. Independensi harus dijaga, jangan sampai tercoreng oleh kepentingan kelompok tertentu saja,” ujar Gibran kepada wartawan di lokasi.

BACA JUGA: Polisi Melimpahkan Kasus Serangan Andrie ke Puspom TNI, YLBHI: Sangat Mengecewakan

Gibran menyoroti munculnya persepsi miring di tengah masyarakat. Menurutnya, ada kesan advokasi hukum yang dilakukan YLBHI cenderung tebang pilih.

Ia menilai, YLBHI tampak hanya memberikan perhatian lebih pada kasus-kasus yang sudah mendapat sorotan publik atau viral di media sosial.

BACA JUGA: Pengemudi Ojol Dilindas Rantis Brimob, YLBHI Singgung Reformasi Menyeluruh di Polri

“Rasa keadilan masyarakat itu sederhana, semua harus diperlakukan sama di hadapan hukum. Ketika ada kesan tebang pilih, kepercayaan publik bisa terkikis,” tegasnya.

Tak hanya soal penanganan kasus, Jagara juga menyentil masalah transparansi pendanaan. Gibran menilai aspek keterbukaan keuangan sangat krusial untuk menjaga akuntabilitas dan legitimasi lembaga di mata publik.

“Transparansi YLBHI itu justru memperkuat kepercayaan masyarakat. Publik berhak tahu agar tidak muncul prasangka yang bisa merusak kredibilitas lembaga itu sendiri,” ungkapnya.

Dalam orasinya, Jagara mengajak YLBHI untuk lebih mengedepankan pendekatan advokasi yang bersifat edukatif dan menyejukkan, bukan justru memicu perpecahan.

“Advokasi seharusnya menjadi ruang mencerdaskan masyarakat. Ketika masyarakat paham hukum, mereka tidak mudah terprovokasi dan tidak mudah dipecah belah,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Gibran menekankan pentingnya kehadiran nyata lembaga bantuan hukum bagi kelompok rentan yang kesulitan mengakses keadilan, bukan sekadar mengejar kasus-kasus besar.

“Masih banyak masyarakat kecil yang butuh pendampingan langsung. Di situlah kehadiran YLBHI dinantikan, bukan hanya mengawal kasus-kasus besar saja,” kata Gibran.

Melalui aksi ini, Jagara berharap YLBHI melakukan refleksi diri agar tetap konsisten menjaga integritas dan keberpihakan yang adil kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

"Kepercayaan publik adalah aset yang harus dijaga dengan keterbukaan dan integritas," pungkasnya.(mcr8/jpnn)


Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Kenny Kurnia Putra


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Max Verstappen Temukan Kembali Jati Diri di Nürburgring
• 23 jam lalutvrinews.com
thumb
Pemprov DKI Perkuat Ketahanan Pangan Hadapi El Nino
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Gabungkan Gaya Fesyen Kontemporer dan Tradisional, “Menyuluh Wastra Menoreh Jejak” Tampilkan Kreasi Busana Wastra Nusantara
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Polisi Tangkap Pengedar Tramadol Berkedok Toko Ikan Cupang di Gambir
• 12 jam laludetik.com
thumb
Demensia: Lebih dari Sekadar Pikun
• 15 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.