Liputan6.com, Jakarta - Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin mengatakan, pihaknya akan melakukan penangkapan ikan sapu-sapu secara berkala, demi mencegah meledaknya populasi ikan invansi tersebut.
"Selama masih banyak populasi, (kegiatan ini) rutin dilakukan setiap Jumat dan melibatkan seluruh elemen masyarakat," kata dia Kali Cideng, Jakarta, Jumat (17/4/2026).
Advertisement
Menurut Arifin, langkah ini harus dibersamai dengan adanya edukasi bagi warga sekitar. Karena selain merusak lingkungan sekitar, ikan sapu-sapu yang berada di kali itu juga tidak layak konsumsi karena berada di perairan dengan beragam limbah.
Sementara, Kepala Seksi Perikanan Jakarta Pusat, Sigit Indriatno menegaskan, ikan sapu-sapu merupakan ikan yang invasif dan tidak untuk dibudidayakan di perairan bebas yang tercemar dan biasanya hanya sebagai hiasan di akuarium.
Menurut Sigit, awal meledaknya populasi ikan sapu-sapu yang ada sekarang ini, karena ikan tersebut kerap dibuang ke perairan bebas setelah pemeliharanya merasa ukurannya sudah cukup besar, sehingga populasinya terus bertambah.
Selain itu, ikan sapu-sapu juga kerap memakan telur ikan lain, sehingga populasinya kalah banyak dibandingkan ikan sapu-sapu.
Sigit juga mengatakan bahwa ikan sapu-sapu yang dibebaskan di perairan yang tercemar tidak dapat dikonsumsi karena menurut hasil uji laboratorium, mengandung beberapa bakteri berbahaya seperti E. Coli, Salmonella, dan juga kadar logam berat yang berada diatas rata-rata.
Sehingga jika dikonsumsi dapat berdampak perlahan pada kesehatan dan organ manusia seperti ginjal, hati dan lainnya.
"Ikan ini bahaya, dia kalau bertelur bikin lubang di struktur dinding sungai dan bikin keropos. Lubangnya di dinding sini kemarin tuh pas diukur sampai 1 meter lebih," ungkap Sigit.




