jpnn.com, JAKARTA - Risiko finansial akibat kesehatan masih menjadi tantangan besar dalam perencanaan keuangan keluarga. Apalagi setiap tahun biaya kesehatan selalu mengalami kenaikan sehingga dapat mengganggu perencanaan keuangan yang telah disusun.
Allianz menyadari kenaikan biaya medis telah menjadi perhatian yang makin besar bagi masyarakat, termasuk risiko meningkatnya premi yang dapat mendorong nasabah untuk menghentikan perlindungan asuransi yang dimiliki.
BACA JUGA: Allianz dan Indef Menyoroti Prospek Ekonomi Indonesia 2026
Menanggapi kondisi tersebut, PT Asuransi Allianz Life Indonesia (Allianz Life) dan PT Asuransi Allianz Life Syariah Indonesia (Allianz Syariah) meluncurkan produk asuransi kesehatan terbaru, Allianz Preferred Medical dan AlliSya Preferred Medical (APM), sebuah solusi perlindungan kesehatan yang dirancang untuk memberikan proteksi esensial dan membantu masyarakat menghadapi lonjakan biaya medis.
“Di tengah banyaknya ketidakpastian dalam kehidupan sehari-hari, Allianz ingin menghadirkan satu hal yang dapat diandalkan oleh nasabah, yaitu perlindungan kesehatan dengan peningkatan premi yang lebih stabil dan terukur,” ujar Alexander Grenz, Country Manager & Direktur Utama Allianz Life Indonesia dalam siaran persnya.
Sementara Direktur Utama Allianz Life Syariah Indonesia Elmie A. Najas menyampaikan produk APM merupakan bentuk komitmen mereka untuk membantu nasabah memiliki rasa tenang di tengah tingginya tantangan biaya kesehatan.
BACA JUGA: Allianz Life Syariah Luncurkan Nilai Maqasid Syariah dalam Inovasi Asuransi Modern
"Kami memahami kesulitan yang dihadapi nasabah dan ingin memberikan solusi yang sejalan dengan prinsip Maqasid Syariah, yakni menjaga jiwa dan kesehatan untuk masa depan yang lebih terencana," kata dia.
Produk APM dihadirkan untuk memberikan perlindungan kesehatan yang esensial dengan tiga (3) pilihan plan yang dapat dipilih sesuai kebutuhan nasabah, yakni Plan Standar, Plan Extra, dan Plan Premier dengan wilayah pertanggungan hingga Asia dan Australia. Beragam pilihan ini memungkinkan nasabah untuk memilih perlindungan sesuai kebutuhan, sekaligus menjaga proteksi tetap terjangkau dan fleksibel untuk kebutuhan di masa mendatang.
Khusus untuk Plan Extra dan Plan Premier, tersedia pilihan risiko sendiri untuk mengurangi terjadinya potensi over-treatment dan over-utilisation sehingga akan membantu nasabah mendapatkan kestabilan peningkatan premi atau kontribusi di masa mendatang.
Selain itu, APM juga memberikan nasabah akses ke jaringan rumah sakit rekanan (Preferred Hospital Network) yang menawarkan layanan kesehatan berkualitas dan terjamin untuk membantu nasabah mendapatkan pengobatan yang diperlukan.
Allianz memahami bahwa nasabah merasa waswas akan biaya perawatan medis yang tinggi, khususnya ketika terjadi risiko penyakit tahap lanjut seperti kanker invasif, stroke, dan serangan jantung. Berdasarkan data internal Allianz, rata-rata biaya perawatan untuk ketiga penyakit tersebut mengalami kenaikan yang signifikan setiap tahunnya.
BACA JUGA: Allianz Soroti Peran Penting Industri Asuransi dan Media di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
Sebagai contoh, dari 2020 hingga 2025, rata-rata biaya perawatan stroke mengalami kenaikan lebih dari 2,5 kali lipat. Sedangkan untuk kanker meningkat lebih dari 2 kali lipat dan bahkan untuk jantung melonjak hingga 3 kali lipat. Tentunya ini menjadi perhatian nasabah di tengah tantangan biaya kesehatan saat ini.
Untuk itu, APM memberikan Batas Manfaat Tahunan Tambahan (Double Annual Limit) untuk 3 penyakit tahap lanjut tersebut (kanker invasif, serangan jantung, dan stroke). Dengan manfaat tambahan yang baru ini, nasabah bisa mendapatkan perawatan yang lebih lengkap tanpa harus terlalu memikirkan biaya dan bisa fokus pada pemulihan ketika terkena penyakit tahap lanjut tersebut. (cuy/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Human Initiative dan Allianz Indonesia Salurkan Bantuan Kepada Warga Terdampak Gempa Sulbar
Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan




