Penulis: Fityan
TVRINews – Beirut
Teheran Nyatakan Jalur Pelayaran Terbuka Penuh di Tengah Gencatan Senjata Lebanon
Menteri Luar Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa Selat Hormuz kini "terbuka sepenuhnya" bagi kapal komersial.
Pengumuman strategis ini memperkuat harapan berakhirnya konflik di Timur Tengah dan seketika memicu penurunan tajam harga minyak dunia hingga di bawah level 80 dolar AS per barel.
Pernyataan Teheran muncul bertepatan dengan hari pertama gencatan senjata sepuluh hari di Lebanon antara Israel dan kelompok Hezbollah Jumat 17 April 2026.
Meski demikian, para analis memperingatkan bahwa pemulihan aktivitas pelayaran secara luas tidak akan terjadi secara instan mengingat situasi keamanan yang masih fluktuatif.
Klaim Diplomasi Donald Trump
Melalui rangkaian unggahan di media sosial, Presiden AS Donald Trump mengeklaim bahwa Iran telah sepakat untuk tidak lagi menutup jalur perairan vital tersebut. Ia menyebut perkembangan ini sebagai "hari yang luar biasa dan cemerlang bagi dunia."
Lebih lanjut, Trump menyatakan bahwa Iran telah menyetujui penangguhan program nuklirnya tanpa batas waktu tanpa menerima pencairan dana dari AS.
Kepada Reuters, Trump menambahkan bahwa Washington akan bekerja sama dengan Teheran untuk mengambil alih uranium yang diperkaya, yang ia istilahkan sebagai "debu nuklir," untuk dipindahkan ke Amerika Serikat.
"Blokade angkatan laut akan tetap berlaku penuh terkait Iran, hingga transaksi kami dengan Iran selesai 100%," tegas Trump melalui platform Truth Social.
Respons Militer dan Tantangan di Lapangan
Meski ada lampu hijau dari kementerian luar negeri, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memberikan dukungan yang lebih bersyarat. Televisi pemerintah Iran mengutip pejabat militer senior yang menyatakan bahwa kapal komersial hanya diizinkan melintas melalui rute yang telah ditentukan dan wajib mendapatkan izin dari angkatan laut IRGC.
Di sisi lain, perdana menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan melalui saluran YouTube resminya bahwa operasi militer terhadap ancaman Hezbollah belum sepenuhnya usai.
"Kami belum menyelesaikan tugas ini. Masih ada hal-hal yang kami rencanakan untuk menangani ancaman roket dan pesawat tak berawak yang tersisa," ujar Netanyahu, sesaat sebelum laporan serangan drone Israel di Lebanon Selatan mencuat di hari pertama gencatan senjata.
Dampak Ekonomi Global
Di Paris, perwakilan dari sekitar 40 negara berkumpul untuk membahas rencana internasional guna mengamankan Selat Hormuz.
Jalur ini merupakan urat nadi bagi seperlima pasokan minyak dan gas dunia. Penutupan selat sebelumnya telah memicu inflasi global dan ancaman resesi di berbagai negara.
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyambut baik pernyataan Araghchi dan mendesak pembukaan kembali jalur tersebut secara penuh dan tanpa syarat oleh semua pihak.
Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menekankan bahwa proposal pembukaan selat harus bersifat "langgeng dan dapat dikerjakan."
Organisasi maritim internasional, IMO, melalui Sekretaris Jenderal Arsenio Dominguez, menyatakan tengah memverifikasi pengumuman tersebut guna memastikan kepatuhan terhadap prinsip kebebasan navigasi bagi seluruh kapal dagang.
Editor: Redaktur TVRINews





