Kepala Pos Komando Wilayah Aceh Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Safrizal ZA mengunjungi hunian sementara (Huntara) di Jamur Ujung, Kecamatan Wih Pesam, Bener Meriah, Aceh. Huntara yang dibangun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tersebut didirikan di Desa Wonosobo, Wih Pesam, Aceh.
Didampingi Wakil Bupati (Wabup) Bener Meriah Armia, serta Kalak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bener Meriah Safriadi ini, Safrizal meninjau lokasi yang ditempati 89 Kepala Keluarga (KK).
Baca juga: Pemerintah Resmikan 1.300 Unit Hunian Sementara Korban Bencana Sumatera
Rombongan Safrizal disambut langsung Reje atau Kepala Desa Wonosobo, Sugiman di bawah guyuran hujan. Dalam kesempatan itu, Safrizal menanyakan kondisi warga Jamur Ujung yang menghuni huntara di Wonosobo.
Sugiman mengatakan para pengungsi dalam kondisi sehat. Pihak desa ikut memberikan perhatian. Melihat tidak banyak penghuni huntara yang berada di tempat, Safrizal bertanya, kemana para penghuni huntara.Baca Juga:Kapolri soal Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS: Doakan Segera TerungkapSugiman mengatakan, umumnya mereka sedang bekerja sebagai pemetik kopi di kebun-kebun warga di sekitar Wonosobo, atau di tempat lain.
Baca juga: Terus Perbaiki Data, Satgas PRR Pastikan Hak Semua Warga Korban Bencana Terpenuhi
“Alhamdulillah. Saya acungi jempol atas etos kerja warga Bener Meriah. Mereka memang terkenal rajin, ramah, dan sabar, “ katanya, Sabtu (18/4/2026).
Safrizal kemudian melangkahkan kaki, menuju bilik-bilik huntara. Dia bercengkrama dengan seorang ibu rumah tangga yang sedang mengatur barang-barang keluarga. Kemudian Safrizal bertandang ke tempat Fatmawati, perempuan berusia 66 tahun. Ibu tiga orang anak ini telah ditinggal oleh suaminya ke haribaan Ilahi beberapa waktu lalu karena sakit.
“Kenal Pak Sukarno? “ canda Safrizal sembari tersenyum ke arah Fatmawati.
“Saya yang jahit bendera Merah Putih, “ Jawab Fatmawati dengan tawa merekah.
Semua yang ada di situ pun ikut tertawa. Di balik penampilannya yang sangat bersahaja, ternyata Fatmawati paham sejarah kemerdekaan Indonesia.
Baca Juga:Jenazah Tenaga Medis Korban KKB Tiba di Rumah Duka Sorong, Tangis Keluarga PecahFatmawati mengucapkan Terima kasih kepada Safrizal yang telah menjenguk dirinya di huntara. “Terima kasih, Bapak. Telah menjenguk kami di sini. Kami sangat bersyukur,“ kata Fatmawati sembari menerima bantuan peralatan dapur yang diserahkan Safrizal.
Usai beramah tamah dengan Fatmawati, Safrizal menyampaikan seluruh KK yang menghuni huntara mendapatkan bantuan peralatan dapur. Dia juga mengecek kepastian lahan untuk pembangunan hunian tetap.
Menurut data yang disajikan Kepala Pelaksana BPBD Bener Meriah yang diserahkan kepada Wakil Bupati Bener Meriah, di kabupaten tersebut terdapat empat lokasi pembangunan hunian tetap komunal.
Satu titik di Blang Rakal, Pintu Rime Gayo, akan dibangun di atas tanah yang dihibahkan oleh Dinas Pertanian Aceh. Tiga titik lagi akan dibangun di atas tanah yang dihibahkan oleh Bupati Bener Meriah Tagore Abubakar.
Hasil verifikasi dan validasi tahap I, di Bener Meriah rumah dengan status rusak ringan berjumlah 118 unit. Rusak sedang 84 unit, rusak berat 807 unit.
Dari kategori rusak berat tersebut, 97 unit akan dibangun insitu, relokasi mandiri 617 unit, dan relokasi terpusat 93 unit. Untuk tahap II yang belum dilakukan verifikasi, sampai dengan saat ini data yang telah masuk berjumlah 522 unit.
Baca Juga:Kecelakaan Beruntun 4 Pemudik Motor di Lampu Merah Cirebon, 1 Orang Tak Sadarkan Diri"Saat ini status Aceh masih transisi darurat. Setelah memasuki masa rehabilitasi dan rekonstruksi, pembangunan huntap dan fasilitas publik lainnya akan dipacu sesuai dengan rencana induk (renduk) yang telah disusun," katanya.
#nasional




