Pantau - Tim Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI melakukan survei lokasi pembangunan kampung nelayan Merah Putih di Pulau Simeulue, Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh, pada Sabtu, 18 April 2026.
Survei ini menyasar wilayah kepulauan yang tersebar di sepuluh kecamatan di Kabupaten Simeulue.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Simeulue, Supriman Juliansyah, menyatakan pemerintah daerah menyambut baik kedatangan tim survei tersebut.
Ia mengungkapkan, "Kehadiran tim ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Bupati Simeuleu Muhammad Nasrun Mikaris ke KKP RI di Jakarta beberapa waktu lalu. Kami sambut baik tim survei KKP RI ini. Kami juga berharap ada hasil positif dari kehadiran tim ini,".
Survei Menyeluruh di Sembilan LokasiTim survei mengunjungi sembilan lokasi yang tersebar di sepuluh kecamatan untuk menilai kesiapan pembangunan kampung nelayan.
Kegiatan tidak hanya fokus pada lokasi, tetapi juga memantau jumlah nelayan serta kesiapan fasilitas pendukung di lapangan.
Penilaian mencakup kondisi alat tangkap, akses pasar, potensi pemasaran hasil tangkapan, pengembangan budidaya ikan, hingga peluang wisata bahari.
Supriman menyampaikan, "Kemudian, tim juga melihat langsung kondisi alat tangkap, akses pasar, hingga potensi pemasaran hasil tangkapan nelayan dan potensi pengembangan budidaya ikan hingga wisata bahari,".
Program Nasional untuk Kesejahteraan NelayanDinas Kelautan dan Perikanan Simeulue telah menyiapkan data pendukung dan siap mengawal proses pembangunan hingga selesai.
Program kampung nelayan Merah Putih diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan melalui penyediaan alat tangkap modern dan dukungan modal kerja.
Supriman menegaskan, "Pembangunan kampung nelayan merah putih ini merupakan program nasional. Kehadiran kampung nelayan merah putih ini akan berdampak positif pada peningkatan kesejahteraan nelayan serta menjadi percontohan bagi daerah lainnya,".
Kabupaten Simeulue merupakan wilayah kepulauan terluar di Provinsi Aceh yang berada di Samudra Hindia dengan jarak sekitar 180 mil laut dari pesisir barat Pulau Sumatra.
Wilayah ini merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Aceh Barat sejak tahun 1999 dan memiliki 10 kecamatan serta 138 desa dengan jumlah penduduk sekitar 96 ribu jiwa.




