Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Karanganyar
Di Desa Sumberejo, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar, Sukinem (67) terus menjaga nyala api di dapur produksinya. Melalui usaha tahu Ngudi Rejeki, ia membuktikan bahwa ketekunan selama puluhan tahun mampu mengubah langkah kecil menjadi kesuksesan yang nyata.
Perjalanan usaha ini dimulai pada tahun 1997 saat Sukinem hanya membantu saudaranya membawa tahu ke pasar. Baru pada tahun 2003, ia memberanikan diri untuk memproduksi tahu secara mandiri dengan peralatan yang sangat sederhana.
“Awalnya bawa satu ember-satu ember ke pasar,” kenangnya pelan, Sabtu 18 April 2026.
Saat ini, usaha tersebut telah memproduksi berbagai jenis tahu, mulai dari tahu putih, tahu goreng asin, tahu bulat, tahu bakso, hingga tahu sayur. Tahu pong dan tahu putih tetap menjadi produk unggulan yang paling dicari pelanggan.
Perubahan signifikan dalam bisnisnya terjadi seiring dengan keterlibatannya dalam menyuplai kebutuhan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebelum program ini berjalan, omzet harian Sukinem berada di kisaran Rp4 juta per hari.
Namun, setelah memasok kebutuhan dapur MBG, jumlah produksi tahu miliknya melonjak dari 2,5 kuintal menjadi hampir 4 kuintal per hari. Ia kini mampu menyuplai antara 7.000 hingga 9.000 biji tahu setiap harinya ke tiga dapur di Sragen dan empat dapur di Karanganyar.
Lonjakan produksi tersebut turut melambungkan omzetnya hingga mendekati Rp8 juta per hari.
“Lumayan lah, untuk orang produksi sangat kecil ini, sangat tertolong,” ujarnya dengan nada syukur.
Pesanan yang diterima Sukinem relatif stabil, terutama untuk jenis tahu kempong dan tahu sayur yang fleksibel untuk diolah menjadi beragam menu makanan bagi masyarakat.
Meski usia sudah tidak muda lagi, Sukinem tetap sigap mengelola usahanya. Rasa haru tidak dapat ia bendung saat menceritakan bagaimana program pemerintah tersebut membantu keberlangsungan usahanya.
“Terimakasih Pak Prabowo, saya sudah dibantu, usaha saya bisa lancar,” ucapnya terbata sambil mengusap air mata.
Kisah Sukinem menjadi bukti nyata bagaimana program penguatan ekonomi kerakyatan mampu memberikan dampak langsung bagi pelaku usaha kecil di tingkat desa. Di dapur kecilnya, asap tungku terus mengepul membawa harapan yang kian menyala.
Editor: Redaksi TVRINews





