Produksi Gula Nasional Diproyeksikan Capai 3,04 Juta Ton pada 2026

bisnis.com
11 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, SURABAYA — Produksi gula nasional diproyeksikan mencapai 3,04 juta ton pada tahun ini sehingga mampu memenuhi kebutuhan gula konsumsi masyarakat yang berada pada kisaran 2,8 juta ton.

Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan Kementerian Pertanian, Abdul Roni Angkat, mengemukakan sektor pergulaan nasional menunjukkan perkembangan positif pada 2026. Berdasarkan hasil pertemuan taksasi awal giling gula kristal putih (GKP) Tahun 2026 yang dilaksanakan pada 17 April 2026 bersama seluruh pabrik gula se-Indonesia di Surabaya, produksi gula nasional diproyeksikan mencapai 3,04 juta ton.

“Pertemuan taksasi awal giling tersebut menjadi momentum penting dalam memetakan kondisi eksisting tebu nasional sekaligus memperkirakan capaian produksi gula selama musim giling tahun 2026 ini,” ujarnya dalam keterangan resminya, Sabtu (18/4/2026).

Data yang dihimpun menunjukkan luas areal panen tebu existing nasional mencapai 576.538 hektare.

Dari sisi produktivitas, kata dia, rata-rata hasil GKP diperkirakan sebesar 5,28 ton per hektare, sedangkan produktivitas tebu berada pada angka 70,87 ton per hektare. Sementara itu, rata-rata rendemen nasional diproyeksikan mencapai 7,45% yang mencerminkan efisiensi pengolahan tebu menjadi gula yang terus mengalami perbaikan.

Dengan total produksi sebesar 3,04 juta ton, Abdul Roni memperkirakan kebutuhan gula tahunan yang mencapai 2,8 juta ton dapat terpenuhi, dengan potensi surplus mencapai 200.000 ton.

Baca Juga

  • Pengalihan Impor Gula Swasta ke BUMN Dinilai Picu Kenaikan Harga
  • Wajib Kebun Tebu: Realistis atau Beban Baru Industri Gula?
  • Gula Lokal Tertekan Rafinasi

Abdul Roni juga mengemukakan bahwa perkiraan capaian produksi ini melampaui target Rencana Strategis (Renstra) Perkebunan dan mencerminkan keberhasilan berbagai intervensi pemerintah di sektor hulu. 

Kondisi ini, kata dia, menjadi sinyal positif bagi upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga gula konsumsi di dalam negeri. Selain itu, surplus untuk kebutuhan konsumsi menunjukkan bahwa program peningkatan produktivitas tebu dan perbaikan kinerja industri gula mulai memberikan hasil nyata.

Namun demikian, kata dia,  tantangan masih dihadapi pada pemenuhan kebutuhan gula nasional untuk sektor industri. Pada 2026, kebutuhan gula industri diperkirakan mencapai 3,4 juta ton. Volume tersebut jauh lebih besar dibandingkan pasokan GKP yang selama ini difokuskan untuk konsumsi masyarakat.

Karena itu, dia mengemukakan penguatan industri gula nasional perlu terus diarahkan supaya tak hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, tetapi juga mendukung kebutuhan bahan baku industri makanan, minuman, dan sektor manufaktur lainnya. 

Menurutnya, langkah strategis yang dapat ditempuh antara lain melalui perluasan areal tanam, peningkatan produktivitas kebun, modernisasi pabrik gula, penggunaan varietas unggul, serta percepatan investasi di sektor hilir gula.

"Capaian ini didorong berbagai intervensi pemerintah, mulai dari bongkar ratoon, penggunaan varietas unggul, hingga pendampingan petani," ujarnya dalam acara tersebut.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, sebelumnya menyampaikan penguatan produksi tebu akan terus diakselerasi untuk mewujudkan swasembada gula dan mengurangi ketergantungan impor.

Pemerintah terus mendorong peningkatan produktivitas dan efisiensi dari hulu hingga hilir. Berdasarkan Perpres 40 Tahun 2023 tentang Percepatan Swasembada Gula Nasional dan Pemenuhan Bioetanol sebagai bahan bakar nabati yang dijabarkan dalam Roadmap Swasembada Gula Nasional sesuai Kepmenko Nomor 418 Tahun 2023, pemerintah menargetkan produksi gula nasional mencapai 3,27 juta ton pada 2027.

“Swasembada Gula adalah keharusan. Pemerintah fokus meningkatkan produksi tebu, memperluas areal, menyediakan benih unggul, serta melakukan modernisasi industri gula,” katanya saat memberi arahan pada Februari 2026.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Susunan Pemain dan Live Streaming PSM Makassar Vs Borneo FC:  Adu Tajam Mariano Perlata dan Alex Tanque
• 13 jam laluharianfajar
thumb
Meski Sudah Berdamai, Denada Akui Masih Merasa Bersalah dengan Ressa Rossano Usai 24 Tahun Hidup Terpisah
• 16 jam lalugrid.id
thumb
Bank Jatim Hadirkan Apex Padel League 2026, Usung Sistem Promosi-Degradasi
• 11 jam lalurealita.co
thumb
Sekjen PDI-P Sambut Usul KPK Wajibkan Parpol Laporkan Pendidikan Politik dengan Uang Negara
• 12 jam lalukompas.com
thumb
4 Anggota Polda Kepri Dipecat terkait Kasus Penganiayaan Bripda NS
• 21 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.