Bekasi: Rapat seleksi pengisian anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Desa Muktiwari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar) berlangsung ricuh. Para warga merasa kecewa lantaran proses seleksi dinilai tidak berjalan transparan.
Sejumlah warga terlibat aksi saling dorong hingga nyaris baku hantam sebagai bentuk protes atas dugaan ketidaktransparan dalam proses pengisian calon anggota BPD. Mereka menilai panitia maupun pemerintah desa tidak menjalankan proses secara objektif.
Baca Juga: WNA Inggris yang Bikin Ribut di Ciputat Ditangkap
"Sekitarnya enggak tahu. Kadang kala ada yang namanya sudah tertulis juga enggak tahu. Ada yang namanya sudah tertulis tapi dicoret juga enggak tahu. Dari hal-hal itulah yang kita anggap demokrasi ini tidak transparan," ungkap Tokoh Masyarakat, Syarifudin Hidayat, Metro Siang, Metro TV, Sabtu, 18 April 2026.
Kericuhan ini akhirnya berhasil diredam oleh aparat kepolisian dan TNI yang berjaga di lokasi kejadian.
"Dengan sigapnya kita dan para kepolisian dan TNI, alhamdulillah kondusif. Harapan saya BPD yang terpilih agar bisa bersinergi dengan pemerintahan," tutur Kepala Desa Muktiwari, Bahrudin.
(Alfiah Ziha Rahmatul Laili)




