Penembakan massal terjadi di Kiev, Ukraina, Sabtu (18/4). Pelakunya seorang pria berusia 58 tahun, kelahiran Moskow.
Pria itu menembak dengan senjata otomatis dan menewaskan lima orang. Pelaku juga sempat menyandera pengunjung supermarket.
AFP melaporkan, dalam rekaman yang disiarkan kantor berita UNIAN, menunjukkan pelaku yang membawa senjata. Dia menembak seseorang dari jarak dekat di sebuah blok apartemen.
Setelah penembakan tersebut pelaku masuk ke supermarket. Di sana terdengar suara tembakan. Pelaku juga diketahui sempat menyandera pengunjung supermarket.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyoroti kasus tersebut. Ia menyebut selain korban tewas, terdapat 10 orang yang terluka dalam peristiwa itu.
"Penyerang di Kiev yang melepaskan tembakan ke warga sipil telah dilumpuhkan," kata Zelensky dikutip dari AFP, Minggu (19/4).
Motif penembakan yang dilakukan pelaku masih belum diketahui. Zelensky mendesak penyelidikan cepat untuk mengungkap kasus tersebut.
Negosiasi 40 Menit yang GagalMenteri Dalam Negeri Ukraina Igor Klymenko mengungkap alasan petugas menembak pelaku. Ia bilang sebelumnya polisi telah melakukan negosiasi selama 40 menit namun tidak membuahkan hasil. Pelaku bahkan menolak saat polisi ingin mengecek kondisi para sandera.
"Kami mencoba membujuknya. Menyadari bahwa kemungkinan ada orang yang terluka di dalam, kami menawarkan untuk membawa perban untuk menghentikan pendarahan. Tetapi dia tidak menanggapi," kata Klymenko.
"Itulah mengapa perintah diberikan untuk melenyapkannya," tambahnya. Ia mengatakan bahwa pelaku telah membunuh salah satu sandera.




