Yoshimi Ogawa Ketua Komite Wasit PSSI menyebut media memiliki peran penting dalam membangun kualitas sepak bola nasional.
Ogawa secara tegas menekankan bahwa media memiliki pengaruh besar terhadap persepsi publik terhadap pertandingan sepak bola, khususnya dalam memahami keputusan wasit.
“Itulah mengapa teman-teman media memegang peranan kunci dalam sepak bola Indonesia. Informasi yang disampaikan akan membentuk cara pandang masyarakat,” ujar Ogawa dalam Workshop Laws of The Game yang digelar PSSI bersama Universitas Negeri Surabaya (Unesa) di Surabaya, Sabtu (18/4/2026).
Menurutnya, masih ditemukan sejumlah pemberitaan yang belum sepenuhnya mengacu pada Laws of The Game, melainkan dipengaruhi opini atau interpretasi pribadi.
Hal ini dinilai berpotensi memperkeruh pemahaman publik terhadap keputusan-keputusan di lapangan.
Oleh karena itu, PSSI secara konsisten menggelar media briefing sejak 2023 sebagai upaya membangun pemahaman yang selaras antara perangkat pertandingan dan insan pers. Program ini, lanjut Ogawa, juga telah menjadi praktik rutin di federasi sepak bola Jepang.
Dalam workshop tersebut, para jurnalis tidak hanya menerima materi, tetapi juga diajak terlibat aktif menganalisis berbagai cuplikan pertandingan.
Sejumlah momen krusial seperti keputusan penalti, kartu merah, hingga handball dibahas secara mendalam untuk menguji pemahaman peserta terhadap aturan resmi.
Ogawa yang memiliki pengalaman lebih dari tiga dekade di dunia perwasitan juga mengungkapkan bahwa tantangan terbesar saat ini bukan hanya meningkatkan kualitas wasit, tetapi juga membangun ekosistem sepak bola yang sehat, termasuk dalam hal komunikasi.
“Ketika tim kalah, wasit sering menjadi pihak yang disalahkan. Kami mencoba mengubah pola ini dengan membuka ruang dialog, termasuk dengan klub dan media,” jelasnya.
Sebagai bagian dari transparansi, PSSI juga menghadirkan inovasi berupa Refer System, sebuah platform digital yang memungkinkan klub mengajukan pertanyaan atau komplain pascalaga. Fokus evaluasi mencakup empat aspek utama, yakni gol, penalti, kartu merah langsung, dan kesalahan identitas pemain.
“Interpretasi bisa berbeda, tetapi kami tetap mengacu pada Laws of The Game. Di sinilah pentingnya pemahaman bersama,” tambah Ogawa. (saf/iss)




