Pantau - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menegaskan pentingnya semangat pembaruan, toleransi, dan kebersamaan sebagai fondasi menjaga Jakarta tetap inklusif dan harmonis.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Aktualisasi Nilai-Nilai Paskah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama masyarakat tahun 2026 di kawasan Kota Tua, Taman Sari.
Ia menyampaikan, "Pembaruan di Jakarta bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga membangun masyarakat yang lebih empatik, saling menghargai, dan memiliki kepedulian sosial tinggi"
Rano menekankan bahwa semangat pembaruan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, peningkatan kualitas SDM harus berlandaskan empati, saling menghargai, dan kepedulian sosial.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga harmoni di tengah keberagaman dengan memastikan setiap warga memiliki ruang yang setara tanpa memandang latar belakang.
"Pentingnya menjaga harmoni di tengah keberagaman dengan memastikan setiap warga memiliki ruang yang setara tanpa memandang latar belakang"
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus menghadirkan fasilitas publik inklusif seperti transportasi umum, taman kota, dan ruang publik lainnya yang dapat diakses semua kalangan.
Rano mengatakan, "Keberagaman di Jakarta adalah kekuatan. Kita perlu terus membuka ruang dialog dan interaksi lintas budaya agar perbedaan justru memperkaya kehidupan kota"
Jakarta disebut sebagai kota teraman kedua di ASEAN dengan skor keamanan 0,72 versi Global Residence Index 2026.
"Capaian ini adalah buah dari kerja bersama. Ini menunjukkan kohesi sosial di Jakarta terjaga dengan baik dan harus terus dirawat"
Rano mengajak seluruh masyarakat menjaga nilai kebersamaan, persaudaraan, dan toleransi melalui semangat Jaga Jakarta.
Ia menyampaikan, “Kami mengajak seluruh masyarakat merawat nilai kebersamaan, persaudaraan, dan toleransi melalui semangat Jaga Jakarta, agar Jakarta tetap menjadi kota global yang aman, nyaman, inklusif, dan merangkul semua”




