Diplomasi Nuklir dan Hormuz Masih Menemui Jalan Buntu

tvrinews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews, Teheran

Negosiasi Teheran-Washington di Tengah Ketidakpastian Gencatan Senjata dan Penutupan Jalur Minyak Dunia

Upaya diplomasi antara Iran dan Amerika Serikat menunjukkan sinyal kemajuan yang kontradiktif di tengah eskalasi militer yang kembali memanas. 

Negosiator utama Teheran melaporkan adanya titik terang dalam pembicaraan nuklir, namun kesepakatan komprehensif masih terhambat oleh perbedaan pandangan yang tajam mengenai keamanan Selat Hormuz.

Ketegangan ini memuncak hanya beberapa hari sebelum berakhirnya masa gencatan senjata yang rapuh dalam konflik antara AS-Israel melawan Iran. 

Perang yang telah memasuki minggu kedelapan ini telah merenggut ribuan nyawa, memicu serangan di Lebanon, dan melambungkan harga minyak global akibat penutupan choke point strategis tersebut.

Progres di Tengah Garis Merah

Kepala negosiator Iran, Mohammad Baqher Qalibaf, menyatakan bahwa meskipun ada langkah maju, jarak antara kedua belah pihak tetap signifikan.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf (tengah) berbicara dengan Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Asim Munir di Teheran pada 16 April. (Foto dokumentasi Parlemen Iran/via AFP)

"Kami telah membuat kemajuan, namun masih ada jarak besar di antara kami. Ada beberapa isu yang kami tegaskan... Mereka juga memiliki garis merah. 

Namun isu-isu ini mungkin hanya menyisakan satu atau dua poin saja," ujar Qalibaf kepada media pemerintah Iran.

Di sisi lain, Presiden Donald Trump memberikan pernyataan singkat namun optimistis dengan menyebut adanya "pembicaraan yang sangat baik" dengan pihak Teheran. 

Kendati demikian, Trump tetap memperingatkan adanya praktik "pemerasan" terkait penutupan Selat Hormuz, jalur yang sebelumnya mengangkut seperlima pasokan minyak dunia.

Ketidakpastian Selat Hormuz

Situasi di lapangan kembali memburuk pada Sabtu lalu saat Teheran memutuskan untuk menegaskan kembali kendali penuh atas Selat Hormuz. 

Langkah ini menutup kembali jalur energi internasional tersebut, menambah ketidakpastian dalam konflik yang dimulai sejak 28 Februari tersebut.

Pihak Iran berdalih bahwa langkah ini merupakan respons atas blokade pelabuhan Iran oleh AS yang dianggap melanggar kesepakatan gencatan senjata. 

Pemimpin Tertinggi Ayatollah Mojtaba Khamenei bahkan menegaskan bahwa angkatan laut Iran siap memberikan "kekalahan pahit baru" bagi musuh-musuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Trump membela kebijakan blokade AS dan mengancam akan melakukan tindakan militer lebih lanjut.

"Kami akan mulai menjatuhkan bom lagi kecuali kedua negara mencapai kesepakatan jangka panjang sebelum gencatan senjata berakhir pada hari Rabu," tegas Trump.

Peran Mediasi Pakistan

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengungkapkan bahwa mereka saat ini sedang meninjau proposal baru yang disampaikan oleh AS melalui mediasi Pakistan. Tawaran tersebut dikirimkan menyusul kunjungan Jenderal Asim Munir ke Teheran.

Namun, nada skeptis tetap muncul dari internal Teheran. Qalibaf melontarkan kritik pedas terhadap retorika Trump di media sosial:

"Dalam satu jam, Presiden AS membuat tujuh pernyataan, dan ketujuhnya adalah kebohongan. Washington tidak akan berhasil dalam pembicaraan melalui disinformasi," tulis Qalibaf.

Perselisihan ini merupakan babak terbaru dari rivalitas geopolitik yang telah berlangsung selama beberapa dekade. Sejak penarikan diri Washington dari perjanjian nuklir 2015 pada tahun 2018, stabilitas kawasan terus goyah.

Saat ini, fokus dunia tertuju pada apakah diplomasi yang dijembatani oleh Pakistan mampu menghasilkan jaminan keamanan dan pencabutan sanksi yang dapat diterima oleh kedua belah pihak, atau justru wilayah tersebut akan kembali terjerumus ke dalam perang terbuka yang lebih luas.

Hingga laporan ini diturunkan, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan belum mengeluarkan jawaban resmi atas proposal terbaru, dengan menekankan bahwa tim negosiasi mereka tidak akan mengompromikan kepentingan inti negara.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ribuan Sivitas Akademika UT Makassar Gelar Jalan Sehat Anti Mager
• 5 jam laluharianfajar
thumb
Wakili Ketua Forum, Andi Asriani Tutup Bintek Angkatan 3: Kepala Sekolah Se-Kota Makassar Diminta Gaspol Implementasi Menuju Mandiri
• 7 jam laluharianfajar
thumb
Jawaban TNI soal Operasi di Papua Tengah yang Disebut Tewaskan Warga Sipil
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Kemkomdigi Tindak 4,1 Juta Konten Negatif, AVISI Apresiasi dan Gaungkan Anti Pembajakan
• 20 jam lalumedcom.id
thumb
Pawang Gorila: Komu Paling Pintar di Ragunan, Kalau Haus Panjat Pohon Kelapa
• 2 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.