Penulis: Fityan
TVRINews – Phoenix
Jalen Green tampil dominan dengan 36 poin untuk mengamankan tiket playoff terakhir Wilayah Barat.
Era dominasi Golden State Warriors menghadapi kenyataan pahit pada sabtu 18 April 2026, Stephen Curry dan kawan-kawan resmi tersingkir dari perburuan gelar NBA 2026 setelah takluk 111-96 di tangan Phoenix Suns dalam laga hidup-mati play-in tournament.
Kekalahan ini memastikan sang juara NBA empat kali tersebut gagal melangkah ke babak utama playoff.
Sebaliknya, Phoenix Suns berhasil mengamankan unggulan kedelapan Wilayah Barat dan dijadwalkan menantang juara bertahan sekaligus pemuncak klasemen, Oklahoma City Thunder, pada laga pembuka seri putaran pertama, Minggu mendatang.
Dominasi Tuan Rumah dan Keterpurukan Curry
Bintang utama Golden State, Stephen Curry, mengalami malam yang sulit di Footprint Center.
Curry hanya mampu membukukan 17 poin dengan efisiensi tembakan yang rendah, yakni 4 dari 16 tembakan lapangan (25%) dan hanya 3 dari 10 tembakan tiga angka.
Di sisi lain, Jalen Green menjadi pahlawan bagi publik Phoenix. Green meledak dengan raihan 36 poin, termasuk tembakan tiga angka krusial di akhir kuarter kedua yang memutus kebuntuan Suns selama lima menit tanpa skor lapangan.
Kontribusi signifikan juga datang dari Devin Booker yang mengemas 20 poin dan 8 assist, serta Jordan Goodwin dengan 19 poin dan 6 steals.
Eksploitasi Suns terhadap kesalahan lawan menjadi kunci kemenangan; tuan rumah berhasil mencetak 30 poin yang bersumber dari 21 turnover yang dilakukan para pemain Warriors.
Drama Akhir Laga dan Pelukan Perpisahan
Pertandingan sempat diwarnai ketegangan di menit-menit akhir. Saat hasil laga sudah hampir pasti, Draymond Green terkena foul out.
Sebelum meninggalkan lapangan, pelatih Steve Kerr tampak memberikan pelukan emosional kepada Green dan Curry sebuah momen simbolis bagi trio yang telah mempersembahkan empat cincin juara bagi San Francisco.
Paolo Banchero memimpin seluruh pencetak angka dengan 25 poin saat Orlando Magic mengakhiri musim NBA Charlotte Hornets [Fernando Medina/ AFP]Namun, suasana haru tersebut sempat terganggu ketika Draymond Green terlibat adu mulut hebat dengan Devin Booker sesaat sebelum laga usai.
Keduanya dijatuhi technical foul, dan Green resmi diusir keluar lapangan (ejection) di sisa waktu satu menit.
Magic Melaju, Nestapa Hornets Berlanjut
Dari Wilayah Timur, Orlando Magic menunjukkan otoritasnya dengan melibas Charlotte Hornets 121-90.
Paolo Banchero memimpin serangan dengan 25 poin, membawa Magic melaju ke playoff untuk ketiga kalinya secara beruntun.
"Ketika Anda bermain dengan rasa urgensi dan keputusasaan, saat Anda tahu antara pulang atau memperpanjang musim, inilah hasilnya," ujar pelatih kepala Magic, Jamahl Mosley, mengomentari performa klinis timnya.
Hasil ini memperpanjang catatan kelam Charlotte Hornets yang kini telah absen dari babak playoff selama sepuluh musim berturut-turut durasi terlama di NBA saat ini.
Orlando kini bersiap menghadapi tantangan berat melawan unggulan pertama, Detroit Pistons, malam nanti (minggu 19 April 2026)
Editor: Redaktur TVRINews





