jpnn.com, JAKARTA - Analis pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuabi memproyeksikan indeks dolar dalam sepekan akan bergerak dalam rentang tertentu.
Indeks dolar diperkirakan akan bergerak pada kisaran level 97,150 sebagai titik support dan level 100,00 sebagai titik resistance.
BACA JUGA: Ketidakpastian Tinggi, Kurs Rupiah Hanya Mampu Menguat 0,01% Hari Ini
"Saya ulangi, untuk indeks dolar support-nya itu 97.150, kemudian resistance-nya harga tertinggi itu di 100.00," kata Ibrahim Assuaibi melalui pesan suara, pada Minggu (19/4).
Ibrahim menjelaskan ada kemungkinan dolar akan melemah karena perubahan Gubernur Bank Sentral Amerika dari Jerome Powell ke Kevin Warsh.
BACA JUGA: Baru Bangkit, Kurs Rupiah Kembali Ambrol, Ditutup Melemah 16 Poin
Terutama, jika Kevin Warsh yang akan menjabat Mei mendatang mengikuti rencana Trump untuk menurunkan suku bunga The Fed.
"Kemungkinan besar Kevin Warsh akan di bulan Mei mungkin akan memberikan satu pandangan-pandangan tentang penurunan suku bunga yang sesuai dengan keinginan dari Trump sehingga apa sehingga ada kemungkinan dolar ini akan melemah," ujarnya.
BACA JUGA: Kurs Rupiah Hari Ini Menguat Tipis, Masih Bisa Berlanjut?
Kendati dolar diproyeksi akan melemah Ibrahim mengungkapkan nilai rupiah tidak akan menguat dalam fase tersebut.
Mata uang Garuda diproyeksikan akan tetap melemah karena faktor cadangan fiskal kita yang sedikit oleng.
Ibrahim menyatakan defisit anggaran Tanah Air diperkirakan akan melebar hingga menyentuh angka 2,9 persen atau mendekati ambang batas 3 persen.
"Jadi, defisit anggaran yang melebar ya mendekati level 3% di 2,9, ya ini yang mengindikasikan bahwa apa walaupun indeks dolar melemah rupiah masih akan mengalami pelemahan," katanya lagi. (mcr31/jpnn)
Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Romaida Uswatun Hasanah




