10 Kebiasaan Orang Kaya Ini Diam-diam Bikin Mereka Makin Tajir

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Banyak orang mengira kekayaan hanya datang dari warisan, keberuntungan, atau penghasilan besar. Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan sehari-hari justru menjadi faktor utama yang menentukan apakah seseorang bisa membangun kekayaan atau terus terjebak dalam tekanan finansial.

Salah satu riset yang sering dikutip adalah Rich Habits Study milik Thomas C. Corley yang meneliti ratusan jutawan mandiri selama bertahun-tahun. Hasilnya menunjukkan bahwa perbedaan antara kelas pekerja dan orang kaya yang membangun hartanya sendiri sering kali terletak pada pola pikir dan kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.

Baca Juga :
Teken MoU, BTN dan Indosat Sinergikan Layanan Keuangan & Ekosistem Digital
Wali Kota Muslim Zohran Mamdani Mau Naikkan Pajak Orang Kaya New York, Trump Ngamuk!

Bukan berarti semua orang harus langsung menjadi pebisnis besar atau investor sukses. Namun, memahami pola hidup orang yang berhasil secara finansial bisa menjadi langkah awal untuk memperbaiki kondisi ekonomi pribadi.

Melansir dari New Trader U, berikut 10 perbedaan utama antara orang biasa dan orang kaya. 

1. Sumber Penghasilan: Aktif vs Pasif

Kelas pekerja umumnya mengandalkan penghasilan aktif, yaitu menukar waktu dengan gaji. Jika berhenti bekerja, pemasukan pun ikut berhenti. Sebaliknya, orang kaya mandiri fokus membangun aset yang tetap menghasilkan uang meski mereka tidak bekerja secara langsung. Misalnya saham, properti sewa, bisnis, hingga royalti.

2. Belajar Seumur Hidup vs Hiburan

Setelah bekerja seharian, banyak orang memilih hiburan sebagai pelarian, seperti menonton, bermain gim, atau scrolling media sosial. Sementara itu, orang kaya menjadikan belajar sebagai kebiasaan harian. Dalam riset Corley, sebanyak 88 persen orang kaya membaca minimal 30 menit per hari untuk pengembangan diri, sedangkan pada kelas pekerja hanya sekitar 2 persen.

3. Sikap terhadap Risiko dan Kegagalan

Banyak orang menghindari risiko karena takut gagal dan kehilangan kestabilan finansial. Sebaliknya, orang kaya memahami bahwa pertumbuhan membutuhkan risiko yang terukur. Mereka melihat kegagalan bukan sebagai akhir, melainkan pelajaran untuk keputusan berikutnya.

4. Lingkungan Pertemanan dan Relasi

Kelas pekerja biasanya bergaul di lingkaran yang sama, yaitu teman kerja, keluarga, atau sahabat lama. Sedangkan orang kaya lebih sengaja membangun jaringan dengan mentor, profesional, dan orang-orang yang sudah lebih dulu sukses. Lingkungan yang tepat bisa mempercepat pertumbuhan finansial.

Baca Juga :
Menkes Sebut Masih Ada Orang Kaya jadi Peserta PBI BPJS Kesehatan
Bisa Temani Perjalanan Liburan Bersama Keluarga, Intip 5 Keunggulan Big Bird
Raih Penghargaan Internasional “The Asset Triple A” di Hong Kong, Pegadaian Semakin Diakui di Kancah Global

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jakarta Darurat Ikan Sapu-sapu, Pramono Perintahkan Tim Pemburu Tangkap Berkala
• 10 jam laludisway.id
thumb
Acer Rilis PC AIO Aspire C24A, Desain Ringkas Performa Kencang
• 18 jam lalumedcom.id
thumb
BRI Super League: Duel PSIM Vs Persija Pindah ke Bali, Digelar Tanpa Penonton
• 16 jam lalubola.com
thumb
Jakarta Terapkan Kembali Ganjil Genap Senin 20 April 2026, Warga Diminta Cek Pelat Kendaraan
• 2 jam laluliputan6.com
thumb
Tantangan Berat PPPK Paruh Waktu Naik Status, tetapi Bukan Tidak Ada Solusi
• 4 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.