Jakarta, tvOnenews.com - Upaya pemerintah mengurangi ketergantungan plastik impor mulai didorong lewat pemanfaatan bahan baku lokal seperti rumput laut dan singkong untuk kebutuhan para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Menurut Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Gandung Pardiman, langkah ini dinilai bukan sekadar solusi biaya, tetapi juga peluang besar bagi hilirisasi komoditas dalam negeri.
Gandung menyatakan dukungan terhadap inisiatif Menteri UMKM, Maman Abdurrahman dalam mendorong penggunaan bahan baku lokal sebagai pengganti plastik impor.
“Saya sangat mendukung langkah konkret Menteri Maman. Ini bukan hanya soal efisiensi biaya produksi UMKM, tapi juga soal kedaulatan ekonomi. Kenapa kita impor plastik mahal kalau rumput laut dan singkong kita melimpah?” ucap Gandung dikutip Senin (20/4/2026).
Ia menyoroti harga biji plastik impor yang kini mencapai Rp28.000 hingga Rp35.000 per kilogram.
Menurutnya, kondisi ini seharusnya menjadi momentum bagi Indonesia untuk beralih ke bahan baku lokal yang lebih murah sekaligus memberi nilai tambah bagi petani dan nelayan.
“Ini momentum untuk hilirisasi komoditas lokal. UMKM kemasan, kuliner, dan retail bisa beralih ke bioplastik singkong atau rumput laut. Pemerintah harus hadir dengan insentif mesin, pelatihan, dan jaminan pasar,” papar dia.
Gandung juga mendorong kolaborasi lintas kementerian, termasuk Kementerian Perindustrian dan BRIN, guna mempercepat riset, standardisasi, hingga sertifikasi produk bioplastik lokal agar mampu bersaing.
“Kalau UMKM berdaya dengan bahan baku lokal, petani sejahtera, impor turun, lingkungan terjaga. Ini yang disebut kemaslahatan. Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar semua sumber daya dalam negeri dimanfaatkan maksimal untuk daya saing industri nasional,” ujarnya.
Ia berharap program substitusi ini masuk dalam skema Program Strategis Nasional dan mendapat dukungan pembiayaan murah dari LPDB-KUMKM agar UMKM bisa segera bertransformasi dan naik kelas.
Seperti diketahui, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyatakan lonjakan harga dan kelangkaan plastik mendorong pemerintah mencari alternatif bahan baku, termasuk dari singkong, rumput laut, hingga bambu.




