Pantau - Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis solar dan bensin RON 98 mengalami lonjakan signifikan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jakarta pada pertengahan April 2026 akibat pecahnya perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran.
Kenaikan Harga di SPBU Pertamina dan BPKenaikan harga ini terjadi pada Sabtu (18/4/2026) dan diumumkan melalui laman resmi Pertamina, yang mencatat lonjakan pada sejumlah produk seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.
Pertamax Turbo mengalami kenaikan menjadi Rp19.400 per liter dari sebelumnya Rp13.100 per liter, sementara Dexlite naik menjadi Rp23.600 dari Rp14.200 per liter, serta Pertamina Dex menjadi Rp23.900 dari Rp14.500 per liter.
Selain itu, harga BBM lainnya di SPBU Pertamina di Jakarta tercatat Pertalite Rp10.000 per liter, solar subsidi Rp6.800 per liter, Pertamax Rp12.300 per liter, dan Pertamax Green Rp12.900 per liter.
Kenaikan serupa juga terjadi di SPBU bp, khususnya untuk BBM jenis solar, di mana BP Ultimate Diesel naik menjadi Rp25.560 per liter dari sebelumnya Rp14.620 per liter.
Adapun harga BBM lainnya di SPBU bp meliputi BP Ultimate Rp12.930 per liter dan BP 92 Rp12.390 per liter.
SPBU Shell dan Vivo Belum Menyesuaikan HargaSementara itu, SPBU Shell dan Vivo belum melakukan penyesuaian harga sejak awal Maret 2026 meskipun dampak konflik global mulai terasa pada distribusi energi.
Hingga saat ini, SPBU Shell dilaporkan mengalami kelangkaan stok BBM, dengan harga terakhir Shell Super sebesar Rp12.390 per liter dan V-Power Diesel Rp14.620 per liter.
Kondisi serupa juga terjadi di SPBU Vivo yang belum mengubah harga, namun mulai mengalami kelangkaan stok BBM jenis solar dengan harga terakhir Diesel Primus Rp14.610 per liter.
Informasi ini menjadi perhatian publik seiring meningkatnya tekanan harga energi global yang berdampak langsung pada biaya transportasi dan logistik di dalam negeri.




