PT Fore Coffee Indonesia Tbk (FORE) mencatat lonjakan penjualan sepanjang Januari-Maret 2026 di tengah low season Ramadan.
IDXChannel - PT Fore Coffee Indonesia Tbk (FORE) mencatat lonjakan penjualan sepanjang Januari-Maret 2026 di tengah low season Ramadan. Kondisi tersebut terjadi imbas agresivitas perseroan dalam membuka gerai baru.
Pada kuartal I-2026, FORE meraup penjualan bersih sebesar Rp444,4 miliar, tumbuh 52 persen bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp291,7 miliar.
Sementara itu, margin EBITDA FORE meningkat dari 16,7 persen menjadi 18,3 persen, menandai ekspansi margin yang signifikan. Sementara margin laba bersih juga sedikit meningkat.
Pada periode yang sama, FORE juga melanjutkan ekspansi dengan menambah lebih dari 20 gerai baru. Lebih dari 40 persen gerai baru tersebut berlokasi di kota tier 2 dan tier 3, mencerminkan besarnya permintaan akan kopi premium.
Hingga 30 Maret 2026, jaringan Fore Coffee mencapai 338 gerai, naik 35 persen dibandingkan periode yang sama 2025 sebanyak 251 gerai.
Senada dengan Fore Coffee, FORE juga menggencarkan ekspansi pada Fore Donut. Setelah rilis perdana sebanyak dua gerai pada kuartal IV-2025, perseroan kembali membuka lima titik baru selama kuartal I-2026.
Pada tahun ini, Fore Donut fokus pada akselerasi ekspansi jaringan untuk memenuhi permintaan konsumen yang terus meningkat. Fore Donut berencana hadir dalam waktu dekat di Bandara Soekarno-Hatta dan tengah menyiapkan ekspansi perdana di sejumlah kota besar seperti Bandung dan Surabaya.
Direktur Utama FORE, Vico Lomar menjelaskan, kinerja kuartal I mencerminkan konsisten strategi dan pendekatan FORE pada aspek keunggulan operasional yang tidak berkompromi terhadap kualitas produk. Selain itu, manajemen juga secara cermat mengalokasikan modal dengan membuka gerai-gerai baru yang selektif.
"Meski kuartal ini diwarnai lingkungan makro yang penuh tantangan, tim kami mengeksekusi dengan presisi, dan angka-angkanya berbicara sendiri. Kami tetap optimistis terhadap trajektori bisnis ini dan terhadap kemampuan kami untuk terus menciptakan nilai seiring pertumbuhan skala usaha," katanya melalui keterangan resmi, Senin (20/4/2026).
Sementara itu, Komisaris Utama FORE, Willson Cuaca menilai, ketahanan bisnis FORE pada kuartal I luar biasa. Dia menyebut, periode ini cukup menantang akibat masa yang lebih pendek akibat libur panjang dan dinamika geopolitik yang sulit diprediksi.
"Meskipun demikian, Meskipun demikian, capaian pertumbuhan (laba) FORE sebesar 60,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya membuktikan bahwa Fore Coffee telah menjadi tempat nongkrong de-facto bagi masyarakat Indonesia," ujar Willson.
(Rahmat Fiansyah)





