Antalya: Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan menilai negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang berlangsung di Pakistan telah memasuki tahap kritis.
Meski demikian, Fidan melihat adanya sinyal positif dari kedua pihak.
“Hal baiknya adalah kedua belah pihak dengan sangat serius, tulus, dan mendasar melanjutkan negosiasi. Mereka memiliki kemauan kuat untuk melanjutkannya,” ujar Fidan pada penutupan Forum Diplomasi Antalya di Turki, seperti dikutip Viory, Senin, 20 April 2026.
Ia menyatakan bahwa gencatan senjata yang tengah berlangsung tidak hanya meredakan ketegangan di antara pihak yang bertikai, tetapi juga memberikan dampak stabilisasi secara lebih luas.
Fidan menambahkan bahwa kedua pihak dinilai menyadari pentingnya mempertahankan kondisi tersebut.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa “tidak ada yang menginginkan perang kembali terjadi,” mengingat masa berlaku gencatan senjata sementara antara AS dan Iran selama dua minggu akan berakhir pada Rabu, 22 April.
“Harapan kami, dengan dorongan komunitas internasional, para pihak dapat memperpanjang gencatan senjata dan menyelesaikan isu-isu yang masih tertunda,” ujarnya.
Selain membahas konflik di Timur Tengah, Fidan juga menegaskan kesiapan Turki untuk kembali berperan sebagai mediator dalam konflik Rusia dan Ukraina.
Ia menyatakan bahwa Ankara siap menjadi tuan rumah perundingan damai, baik di tingkat politik maupun teknis.
“Turki selalu siap menjadi tuan rumah. Seperti yang telah kami lakukan sebelumnya, kami siap untuk melakukannya lagi,” kata Fidan.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam penutupan Forum Diplomasi Antalya 2026 yang berlangsung pada 17–19 April, dengan tema “Menavigasi Ketidakpastian dalam Membentuk Masa Depan."
Baca juga: Iran Peringatkan Keamanan Selat Hormuz Tak Terjamin Jika Ekspor Minyak Dibatasi




