Memantau tumbuh kembang anak tidak selalu harus dilakukan dengan alat yang rumit. Orang tua sebenarnya bisa mulai dari langkah sederhana, seperti mengukur tinggi badan anak secara rutin di rumah. Namun, yang sering menjadi tantangan adalah bagaimana memahami hasil pengukuran tersebut, terutama saat harus membaca kurva pertumbuhan.
Menurut Dokter Spesialis Anak dan Unit Kerja Koordinasi Endokrinologi IDAI, Prof. dr. Jose R.L. Batubara, Sp.A, Subsp.Endo(K), Ph.D, kurva pertumbuhan dari WHO sebenarnya sudah tersedia luas di fasilitas kesehatan seperti puskesmas di seluruh Indonesia. Orang tua bisa memanfaatkannya dengan cara yang cukup sederhana.
Ukur Tinggi Badan di Dinding dengan Posisi yang TepatPengukuran tinggi badan bisa dilakukan dengan berdiri tegak menempel di dinding. Pastikan posisi anak benar, seperti kaki rapat, tubuh tegak, dan pandangan lurus ke depan, tidak mendongak atau menunduk. Dari situ, tinggi badan bisa diukur dan dicatat.
“Mata menghadap ke depan, bukan ke atas, ke bawah atau miring kiri, miring kanan,” tegasnya dalam webinar bersama IDAI, Selasa (14/4).
Cara Membaca Kurva PertumbuhanSetelah mendapatkan data tinggi badan, langkah berikutnya adalah mencocokkannya dengan kurva pertumbuhan. Orang tua bisa meminta kurva yang tersedia di puskesmas, lalu memplot hasil pengukuran anak ke dalam grafik tersebut.
Jika posisi anak masih berada dalam rentang normal, yakni di antara -2 hingga +2 standar deviasi, atau antara persentil ke-3 (P3) hingga ke-97 (P97), maka pertumbuhannya masih tergolong normal.
Sementarar pada usia di bawah 3 tahun, grafik pertumbuhan anak masih bisa naik atau memotong garis kurva. Namun, setelah usia 3 tahun, pola pertumbuhan biasanya akan mengikuti garis yang sejajar dengan kurva.
Jika setelah usia tersebut pertumbuhan anak tetap sejajar dengan kurva yang sama, itu menjadi tanda bahwa tumbuh kembangnya berjalan dengan baik.
“Jadi kalau setelah 3 tahun, ditemukan pertumbuhannya tetap sejajar dengan kurva pertumbuhan, artinya pertumbuhannya normal,” imbuh Prof. Jose.
Dengan memahami cara sederhana ini, orang tua bisa lebih percaya diri dalam memantau pertumbuhan anak dan lebih cepat mengenali jika ada hal yang perlu diperhatikan.





