Pantau - Delapan kabupaten dan kota di Sumatera Utara menghibahkan dana transfer keuangan daerah (TKD) sebesar Rp260 miliar untuk membantu sejumlah daerah terdampak bencana di Aceh.
Bantuan tersebut diberikan kepada beberapa kabupaten di Aceh yang mengalami kekurangan anggaran akibat bencana yang melanda wilayah tersebut.
Penyerahan hibah dilakukan di Banda Aceh dalam kegiatan Rapat Kerja Komisariat Wilayah I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia dan disaksikan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Penyerahan dokumen hibah dilakukan secara simbolis antara Wali Kota Medan dengan Bupati Aceh Tamiang serta Wali Kota Pematang Siantar dengan Bupati Bener Meriah.
Rincian Bantuan Antar DaerahKota Medan memberikan bantuan sebesar Rp50 miliar kepada Kabupaten Aceh Tamiang.
Kabupaten Deli Serdang menyalurkan Rp50 miliar kepada Kabupaten Aceh Timur.
Kabupaten Simalungun menghibahkan Rp30 miliar kepada Kabupaten Aceh Utara.
Kabupaten Asahan memberikan Rp30 miliar kepada Kabupaten Bireuen.
Kabupaten Serdang Bedagai menyalurkan Rp25 miliar kepada Kabupaten Pidie Jaya.
Kabupaten Labuhan Batu Selatan memberikan Rp25 miliar kepada Kabupaten Aceh Tengah.
Kota Pematang Siantar menghibahkan Rp25 miliar kepada Kabupaten Bener Meriah.
Kabupaten Labuhan Batu memberikan Rp25 miliar kepada Kabupaten Gayo Lues.
Imbauan Mendagri dan Alasan BantuanMenteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengimbau kepala daerah di Sumatera Utara untuk membantu daerah di Aceh yang terdampak bencana.
Ia menyampaikan, "Saya sampaikan kepada kepala daerah di Sumatera Utara, bantulah saudara kita di sebelah (Aceh)", ungkapnya.
Tito menjelaskan bahwa daerah di Sumatera Utara memiliki dana TKD yang cukup besar dan relatif tidak terdampak bencana.
Sementara itu, sejumlah daerah di Aceh mengalami bencana besar namun memiliki dana TKD yang sangat kecil bahkan ada yang tidak mendapat alokasi.
Ia menyatakan, "Daerah di Aceh banyak yang tidak dapat (TKD), tapi berat ditimpa bencana. Di Sumut dapat anggaran lumayan, terdampak tidak berat, ada yang tidak terdampak", jelasnya.
Ia juga meminta daerah dengan kemampuan anggaran lebih untuk membantu wilayah yang terdampak lebih parah.
"Bantulah yang lebih berat terdampak, tapi kosong, tidak punya uang, tidak ada TKD-nya", tegasnya.
Bantuan ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan daerah terdampak bencana di Aceh serta memperkuat solidaritas antardaerah di Indonesia.




