Temuan Sumur Gas Jumbo di Kaltim, Bahlil Optimistis Bisa Kurangi Ketergantungan Impor

jpnn.com
19 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Eksplorasi sumur Geliga-1 di Blok Ganal, lepas pantai Kalimantan Timur, membuahkan hasil signifikan dengan ditemukannya cadangan gas jumbo sekitar 5 triliun kaki kubik (Tcf) serta 300 juta barel kondensat. 

Pertemuan besar ini menjadi sinyal positif bagi upaya memperkuat ketahanan energi nasional di tengah kebutuhan yang terus meningkat.

BACA JUGA: Menteri ESDM Bahlil Memastikan Subsidi BBM Enggak Bakal Dipangkas

Wilayah Kerja (WK) Ganal tersebut dioperasikan oleh perusahaan energi asal Italia, Eni, dengan porsi kepemilikan sebesar 82 persen, sementara 18 persen sisanya dimiliki Sinopec. 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengonfirmasi penemuan ini akan ditindaklanjuti dengan pengembangan eksplorasi di titik-titik potensial lainnya.

BACA JUGA: Prabowo Perintahkan Menteri ESDM Cabut IUP Bermasalah di Kawasan Hutan

"Ini adalah hasil eksplorasi dan setelah ini mereka juga akan melakukan penyembangan untuk melakukan eksplorasi dari beberapa wilayah lain selain daripada wilayah Kalimantan Timur,” ujar Bahlil di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (20/4).

Bahlil mengeklaim temuan ini akan mendongkrak kapasitas produksi nasional secara masif dalam beberapa tahun ke depan. 

BACA JUGA: Kunjungi Rest Area 379 A Batang-Semarang, Wakil Menteri ESDM Pastikan Stok BBM Aman Selama Mudik

Pada tahun 2028, target produksi puncak yang bisa dicapai Eni diperkirakan menyentuh angka 2.000 MMSCFD.

Melonjak tajam dari rata-rata produksi saat ini yang berkisar antara 600 hingga 700 MMSCFD.

Pemerintah memproyeksikan angka produksi tersebut akan terus ditingkatkan hingga mencapai level 3.000 MMSCFD pada tahun 2030. 

Bahlil optimistis ketersediaan pasokan gas dari dalam negeri lebih terjamin, sementara peningkatan produksi kondensat secara langsung akan membantu pemerintah mengurangi ketergantungan impor minyak.

“Ini (penemuan) giant. Selain daripada gas, kita juga menemukan nanti di 2028, kita produksi kondensat itu kurang lebih sekitar 90 ribu barel. Dan di 2029-2030 itu bisa tambah lagi menjadi 150 ribu barel,” tutur Bahlil.

Secara teknis, sumur Geliga-1 dibor hingga kedalaman 5.100 meter pada kedalaman air sekitar 2.000 meter. 

Penemuan ini memperpanjang catatan kesuksesan Eni di Cekungan Kutai, setelah sebelumnya menemukan cadangan besar di Geng North pada 2023 dan penemuan sumur Konta-1 pada 2025 yang lalu.

Keberhasilan di sumur Geliga ini terjadi menyusul keputusan investasi akhir atau Final Investment Decision (FID) untuk sejumlah proyek strategis. 

Proyek-proyek tersebut mencakup pengembangan di koridor South Hub (Gendalo dan Gandang) serta North Hub (Geng North dan Gehem).

Untuk pengembangannya, proyek North Hub akan menggunakan fasilitas terapung baru berupa Floating Production Storage and Offloading (FPSO), dengan kapasitas 1 miliar kaki kubik gas per hari dan 90.000 barel kondensat per hari. 

Selain infrastruktur baru, proyek ini juga akan memanfaatkan fasilitas eksisting seperti Kilang LNG Bontang. (mcr31/jpnn)


Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Romaida Uswatun Hasanah


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Brutal! Geng Motor Bacok Remaja di Makassar, Rampas Motor dan HP
• 17 jam lalurctiplus.com
thumb
Cerita Pahit Warga Rusun KS Tubun, 2 Hari Krisis Air Sampai Harus Beli Air Galon
• 10 jam laluliputan6.com
thumb
Pemprov Banten Prioritaskan Tagih Pajak Mobil dari Rumah ke Rumah
• 1 jam lalukompas.id
thumb
Ibu Muda Maki Pemotor dan Toyor Anak di Mojokerto Residivis Kasus Pencurian
• 9 jam laludetik.com
thumb
Pernah Jadi Komisaris GoTo, Eks Bos Google Bantah Terima Imbalan Chromebook
• 23 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.