Presiden Masoud Pezeshkian Serukan Diplomasi untuk Redakan Ketegangan, Iran Tegaskan Sikap Tegas Soal Negosiasi AS

pantau.com
9 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyerukan penggunaan jalur diplomatik untuk meredakan ketegangan internasional di tengah dinamika hubungan global yang memanas.

Pernyataan tersebut disampaikan Pezeshkian dalam sebuah forum di Istanbul pada Senin, 20 April 2026.

Ia menegaskan bahwa perang tidak membawa manfaat bagi pihak mana pun dalam situasi saat ini.

Ia mengatakan "Sambil melawan ancaman, setiap jalur rasional dan diplomatik harus digunakan untuk mengurangi ketegangan", ungkapnya.

Pezeshkian juga menyoroti pentingnya sikap hati-hati dalam menjalin hubungan internasional.

Ia menyatakan "Pada saat yang sama, ketidakpercayaan terhadap musuh dan kewaspadaan dalam berinteraksi adalah kebutuhan yang tak terbantahkan", ujarnya.

Perbedaan Sikap Soal Negosiasi

Secara terpisah, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei menyampaikan sikap berbeda terkait kemungkinan negosiasi baru.

Ia menegaskan bahwa Iran belum memiliki rencana untuk mengadakan perundingan lanjutan dengan Amerika Serikat.

Ia menyatakan "Republik Islam Iran tidak menerima batas waktu atau ultimatum apa pun dalam memperjuangkan kepentingan nasionalnya", tegasnya.

Baqaei juga menekankan komitmen pemerintah dalam menjaga kepentingan nasional di tengah tekanan internasional.

Ia mengatakan "Perlindungan terhadap kepentingan nasional akan terus dilakukan selama diperlukan, dan jika terjadi petualangan baru dari Amerika Serikat atau rezim Israel, angkatan bersenjata akan merespons dengan kekuatan penuh dan tegas", ujarnya.

Latar Belakang Ketegangan dan Negosiasi

Pernyataan kedua pejabat tersebut muncul di tengah laporan adanya kemungkinan perundingan lanjutan antara Iran dan Amerika Serikat.

Dua sumber dari Pakistan menyebutkan delegasi Iran direncanakan akan hadir dalam putaran kedua negosiasi dengan Amerika Serikat.

Putaran pertama negosiasi sebelumnya telah berlangsung di Islamabad dan berakhir tanpa kesepakatan pada 12 April 2026.

Sebelumnya, pada 8 April 2026, Iran dan Amerika Serikat menyepakati gencatan senjata sementara selama dua pekan sebagai jeda konflik.

Kesepakatan tersebut tercapai setelah serangan militer gabungan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari 2026.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Siapa Fadly Alberto yang Dicoret dari Timnas Indonesia U-20? Viral karena Tendangan Kungfu, Bersinar di Piala Dunia U-17
• 19 jam laluharianfajar
thumb
Resmi Dikerja Bulan Depan! Pembangunan Stadion Untia Calon Markas PSM Makassar Masuk Fase Konstruksi
• 19 jam laluharianfajar
thumb
Profil dan Jejak Karier Nus Kei, Ketua Golkar Maluku Tenggara yang Tewas Ditusuk OTK di Bandara
• 18 jam laluokezone.com
thumb
Komnas HAM dan Gagasan Dominis Litis
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Saat Jaksa Bongkar Peran Sentral Ibrahim Arief yang Diduga Kunci Proyek Chromebook
• 6 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.