Operasi TNI Buru OPM Tewaskan 12 Warga Sipil, DPR: Bentuk Tim Investigasi

rctiplus.com
20 jam lalu
Cover Berita
Operasi TNI Buru OPM Tewaskan 12 Warga Sipil, DPR: Bentuk Tim InvestigasiNasional | okezone | Selasa, 21 April 2026 - 01:01Dengarkan Berita

JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin menyoroti insiden baku tembak di Kemburu, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, yang menewaskan 12 warga sipil. Ia meminta pemerintah untuk membentuk tim investigasi yang terdiri dari pemerintah daerah, pusat, serta aparat penegak hukum untuk mengusut insiden tersebut.

“Harus ada tim yang benar-benar turun ke lapangan untuk memastikan apa yang sesungguhnya terjadi. Ini penting agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat, tetapi juga tidak memojokkan institusi TNI tanpa dasar yang jelas,” kata Hasanuddin, Senin (20/4/2026).

Hasanuddin menegaskan, pemerintah perlu segera mengambil langkah investigasi yang objektif disertai penegakan hukum apabila ditemukan pelanggaran. Di sisi lain, ia menyebut negara juga wajib hadir memberikan pendampingan kepada keluarga korban.

“Penegakan hukum harus berjalan, tetapi perhatian kepada korban dan keluarganya juga tidak boleh diabaikan. Negara harus hadir memberikan perlindungan dan pendampingan,” tegasnya.

Baca Juga:Kapolri Instruksikan Jajaran Siaga Antisipasi Bencana saat Libur Lebaran

Hasanuddin menyatakan, Komisi I DPR RI memiliki peran penting untuk memastikan akuntabilitas operasi di lapangan, termasuk terhadap Satgas Habema.

Satgas Habema sendiri merupakan Komando Operasi Gabungan TNI yang dibentuk untuk meningkatkan efektivitas penanganan konflik, keamanan, dan pelayanan kemanusiaan di Papua. Satuan ini berfokus pada pendekatan humanis sekaligus penindakan terukur terhadap kelompok OPM, serta menyinergikan pola operasi TNI-Polri.

“Parlemen akan menjalankan fungsi pengawasan dengan meminta keterangan dari Panglima TNI serta berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, seperti Kemenko Polhukam dan Komnas HAM, guna memastikan proses berjalan transparan dan adil,” ujarnya.

TB Hasanuddin berharap penanganan kasus ini dapat dilakukan secara profesional, terbuka, dan berkeadilan, sehingga tidak memperkeruh situasi keamanan di Papua serta tetap menjaga kepercayaan publik terhadap institusi negara.

Diketahui, sejumlah warga dilaporkan tewas hingga mengalami luka-luka saat operasi militer di beberapa kampung Distrik Kembu, Puncak, Selasa 14 April 2026. Insiden itu terjadi saat TNI terlibat kontak tembak dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Baca Juga:Subuh Berdarah! Eks Pengawal Presiden Tewas Ditembak Pasukan Elite TNI di Hari Idul Fitri

Terkait korban jiwa, laporan sementara mengonfirmasi adanya warga yang meninggal dunia. Namun, jumlah pasti masih dalam proses verifikasi karena tim gabungan belum menjangkau tiga kampung terdampak di wilayah perbatasan, yakni Kampung Kembru, Nilome, dan wilayah Pintu Angin.

Selain itu, dilaporkan pula adanya empat pasien yang menjalani perawatan intensif, terdiri dari satu orang dewasa (25 tahun) dan tiga anak-anak (usia 6–7 tahun). Terdapat juga satu korban luka berat yang dirujuk ke Jayapura untuk mendapatkan penanganan spesialis.

Peristiwa tersebut pun mengakibatkan gelombang pengungsian warga dari Distrik Kembru dan Pogoma ke rumah kerabat di Distrik Sinak. Pemkab Puncak saat ini menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari imbas teror OPM.

#nasional

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
JK Enggan Menduga Siapa Sebar Potongan Video Ceramah: Lagi Diteliti
• 7 jam laludetik.com
thumb
Konsumsi Jemaah Haji Indonesia Diawasi Secara Berlapis Guna Jaga Kualitas
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Harapan Fadly Alberto setelah Viral karena Kasus Tendangan Kungfu, Nasibnya Terancam Dicopot dari Timnas Indonesia
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Badan Bahasa ajak masyarakat lestarikan bahasa daerah
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
Golkar Desak Pelaku Penikaman Nus Kei Dihukum Berat
• 14 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.